LAGOS Untuk sopir pribadi Anthony Joshua, ancaman dakwaan mengemudi ugal-ugalan kini menggantung. Ini menyusul kecelakaan maut di Nigeria yang merenggut nyawa dua sahabat dekat petinju kelas berat dunia itu. Polisi setempat menyatakan, proses hukum akan ditentukan dalam 48 jam ke depan.
Sopir itu bernama Kayode Adeniyi, 47 tahun. Dia bukan orang baru. Sudah lama menjadi bagian dari tim logistik Joshua setiap kali sang juara berkunjung ke tanah leluhurnya, Nigeria.
Setelah kecelakaan, Adeniyi sempat dirawat di rumah sakit Lagos karena luka-luka ringan. Dia baru dipulangkan pada malam Tahun Baru. Namun, bukan berarti bebas. Langsung dibawa ke Abeokuta, ibu kota negara bagian Ogun lokasi tepat di mana tragedi itu terjadi.
Dari rumah sakit, perjalanannya berlanjut ke markas kepolisian setempat. Di sana, dia menjalani pemeriksaan intensif selama berjam-jam. Intinya, diminta merinci setiap detik sebelum mobil yang dikemudikannya hilang kendali.
Seorang sumber kepolisian Nigeria mengonfirmasi proses hukum sedang berjalan.
“Sopir dibebaskan setelah perawatan luka ringan, lalu dibawa ke markas untuk diperiksa,” ujar sumber tersebut.
“Dia stabil dan bisa memberikan keterangan. Keputusan dakwaan diperkirakan keluar dalam 48 jam, meski libur bank bisa memperlambat. Sangat mungkin kasus ini masuk pengadilan Jumat dengan tuduhan mengemudi ugal-ugalan,” lanjutnya.
Lalu, apa yang sebenarnya memicu tragedi itu? Kecepatan tinggi dan sebuah truk yang diparkir sembarangan.
Saat kejadian, Adeniyi membawa Lexus yang ditumpangi Joshua serta dua anggota timnya, Sina Ghami dan Kevin Latif Ayodele. Mobil itu diduga melaju kencang, sekitar 105 km/jam, di jalan tol Lagos–Ibadan. Tiba-tiba, ban pecah saat mencoba menyalip. Kendaraan pun oleng tak terkendali.
Nasib malang berlanjut. Lexus yang sudah goyah itu menghantam truk pengangkut kedelai yang terparkir ilegal di bahu jalan. Benturannya keras. Sisi mobil terbelah.
Ghami dan Ayodele tewas seketika. Sementara Joshua dan sopirnya selamat dengan luka ringan. Joshua sendiri duduk di kursi belakang, tepat di belakang pengemudi. Bagi petugas penyelamat di lokasi, keselamatannya ibarat “keajaiban”, mengingat hancurnya mobil mereka.
Ironisnya, Joshua dan rombongan baru tiba di Nigeria beberapa jam sebelumnya. Mereka terbang dengan Virgin Atlantic dari London pada hari yang sama.
Seorang petugas bandara, Solomon, masih ingat bertemu mereka.
“Mereka semua terlihat ceria, tertawa dan bercanda saat berjalan keluar,” kenangnya.
“Saya sering lihat Joshua di sini. Dia orangnya ramah, mau foto lalu pergi sambil melambaikan tangan. Siapa sangka, beberapa jam kemudian dia mengalami musibah seperti itu,” ujar Solomon.
Sementara itu, sopir truk yang diparkirkan secara ilegal itu kabur. Hilang entah ke mana. Polisi Nigeria kini memburunya.
Jenazah kedua korban, Ghami dan Ayodele, telah diterbangkan dari Lagos via Turkish Airlines menuju Istanbul pada Hari Tahun Baru. Dari sana, akan diteruskan ke London untuk dimakamkan.
Kasus ini menyita perhatian. Bukan cuma di Nigeria, tapi juga di dunia tinju internasional. Keputusan hukum terhadap sopir Anthony Joshua dalam beberapa hari ini akan menjadi penentu arah penyelidikan lebih lanjut sekali pun tak akan mengembalikan nyawa yang sudah pergi.
Artikel Terkait
Persib Kalahkan Persita 1-0, Kokoh di Puncak Klasemen
Pelatih Persita Tegaskan Fokus Raih Poin, Abaikan Dampak Laga untuk Persija
Maarten Paes Cetak Debut Impresif, Selamatkan Ajax dari Kekalahan
Zarco Yakin Marquez Tetap Tak Terkalahkan di MotoGP 2026