Di sisi lain, Tottenham akhirnya bisa membalas di menit 55. Sebuah momen yang agak mengejutkan, Richarlison dengan reflek cepat menendang bola langsung dari area tengah. Bola melambung tinggi, melewati kepala David Raya, dan masuk. Gol yang cukup cantik, harus diakui, untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.
Tapi harapan Spurs untuk bangkit langsung dipupus oleh Eberechi Eze. Pada menit 76, ia menyelesaikan aksi gemilangnya dengan mencetak gol ketiganya sekaligus hattrick. Sebuah sepakan akurat yang memastikan kemenangan mutlak Arsenal 4-1.
Kemenangan ini membuat Arsenal semakin kokoh di puncak dengan 29 poin, unggul enam angka dari Chelsea di posisi kedua. Performa gemilang Eze tentu menjadi perbincangan hangat.
Mikel Arteta, sang manajer Arsenal, menurunkan komposisi starter yang solid: David Raya di bawah mistar, dengan lini pertahanan berisi Jurrien Timber, William Saliba, Piero Hincapie, dan Riccardo Calafiori. Lini tengah diisi oleh Eberechi Eze, MartÃn Zubimendi, Declan Rice, dan Mikel Merino. Sementara lini serang dipercayakan kepada Bukayo Saka dan Leandro Trossard.
Tottenham sendiri tampil dengan starting XI: Vicario; Kevin Danso, Micky van de Ven, Cristian Romero, Destiny Udogie; Rodrigo Bentancur, Joao Palhinha, Djed Spence; Wilson Odobert, Mohammed Kudus, dan Richarlison.
Artikel Terkait
Sabar-Reza Tumbang di Perempat Final Malaysia Open Setelah Duel Sengit
Fajar/Fikri Tumbangkan Raksasa India, Lolos ke Semifinal Malaysia Open
Comeback Apik Fajar/Fikri Buka Jalan ke Semifinal Malaysia Open
Undian Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Langsung Dihadang Malaysia dan Jepang