Evelyn Abraham-Kwabiah, seorang pejabat dari rumah sakit militer Ghana, mengonfirmasi bahwa selain korban tewas, terdapat pula 22 orang yang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, kondisi lima orang dikabarkan masih dalam keadaan kritis.
Angkatan Bersenjata Ghana menjelaskan kronologi insiden desak-desakan ini terjadi sekitar pukul 06.20 waktu setempat. Saat itu, gelombang pelamar yang tidak terkendali diduga telah melanggar protokol keamanan dan menyerbu gerbang masuk stadion.
Selain menjalankan tugas militer biasa, tentara di Ghana juga sering terlibat dalam operasi-operasi lain, seperti penertiban aktivitas penambangan ilegal di negara yang dikenal kaya akan sumber daya emas ini.
Artikel Terkait
Balita Tertabrak Mobil Bantuan Gizi di Indramayu, Kondisi Mulai Pulih
Pemerintah Pastikan Biaya Tambahan Haji Rp1,77 Triliun Tak Bebani APBN
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua