Evelyn Abraham-Kwabiah, seorang pejabat dari rumah sakit militer Ghana, mengonfirmasi bahwa selain korban tewas, terdapat pula 22 orang yang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, kondisi lima orang dikabarkan masih dalam keadaan kritis.
Angkatan Bersenjata Ghana menjelaskan kronologi insiden desak-desakan ini terjadi sekitar pukul 06.20 waktu setempat. Saat itu, gelombang pelamar yang tidak terkendali diduga telah melanggar protokol keamanan dan menyerbu gerbang masuk stadion.
Selain menjalankan tugas militer biasa, tentara di Ghana juga sering terlibat dalam operasi-operasi lain, seperti penertiban aktivitas penambangan ilegal di negara yang dikenal kaya akan sumber daya emas ini.
Artikel Terkait
Nenek 80 Tahun Bernapas Lega, Pelaku Pengusiran Paksa Akhirnya Dicokok Polisi
Kim Ju Ae Kunjungi Makam Leluhur, Sinyal Kuat Penerus Tahta Pyongyang
DPR Dukung Tegas Sikap Indonesia Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland
Prabowo Bela Menteri: Turun ke Bencana Bukan Sekadar Jalan-Jalan