Trump juga menyampaikan pandangannya bahwa kasus hukum yang menjerat Netanyahu merupakan bentuk penuntutan politik. Meski mengaku menghormati independensi peradilan Israel, Trump menilai kasus tersebut tidak dapat dibenarkan secara hukum.
Netanyahu saat ini menghadapi tiga tuduhan korupsi terpisah. Kasus pertama melibatkan dugaan penerimaan barang mewah senilai lebih dari 260.000 dolar AS, termasuk cerutu, perhiasan, dan minuman champagne dari sejumlah pengusaha.
Dua kasus lainnya terkait dengan dugaan upaya Netanyahu melakukan negosiasi dengan media Israel untuk mendapatkan liputan yang lebih menguntungkan secara politis. Kasus-kasus ini muncul di tengah kontroversi reformasi peradilan yang diusulkan pemerintah Netanyahu.
Reformasi peradilan yang digulirkan sejak akhir 2022 ini sebelumnya memicu gelombang protes besar di Israel. Ketegangan politik tersebut baru mereda setelah pecahnya konflik Gaza pada Oktober 2023.
Artikel Terkait
Sinergi Polisi dan Warga Sukses Tekan Tawuran di Jakarta Selama Ramadan
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Bogor
Operasi Tewaskan Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
Korlantas Siapkan Pos Pemeriksaan Bus dan Travel di Tol Cipali untuk Mudik 2026