Penanganan Banjir Seminyak, Legian, dan Kuta: Pemkab Badung Tambah Pompa Air dan Normalisasi Sungai
Pemerintah Kabupaten Badung mempercepat penanganan banjir di kawasan strategis Seminyak, Legian, dan Kuta (Semigita) melalui rencana penambahan pompa air berkapasitas besar dan program normalisasi alur Tukad Mati. Program infrastruktur ini saat ini dalam tahap pembahasan intensif untuk implementasi pada tahun 2026.
Strategi Pengendalian Banjir dengan Teknologi Pompa Modern
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa penambahan pompa air bertujuan untuk mempercepat aliran debit air menuju hilir selama periode curah hujan tinggi. Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi mendalam dari kejadian banjir sebelumnya yang pernah melanda wilayah Badung dan Denpasar.
Rencana teknis yang disiapkan mencakup pengadaan delapan hingga sembilan unit pompa air dengan kapasitas luar biasa sebesar 30.000 liter per detik per unit. Investasi infrastruktur pengendalian banjir ini diperkirakan memerlukan anggaran antara Rp 220 hingga 260 miliar.
Normalisasi Tukad Mati sebagai Solusi Jangka Panjang
Selain penambahan pompa, Pemkab Badung secara konsisten melakukan normalisasi menyeluruh pada sistem drainase, saluran pembuang, dan aliran Tukad Mati. Fokus utama adalah mengatasi hambatan aliran (bottleneck) yang menjadi penyebab utama genangan air di kawasan Semigita.
Pada Rancangan APBD Badung 2026, pemerintah telah memprioritaskan pembangunan mesin pompa permanen di muara Tukad Mati disertai penataan alur sungai secara komprehensif. Langkah ini diperkuat dengan optimalisasi sistem drainase dan pengembangan infrastruktur drainase baru di kawasan Kuta dan sekitarnya.
Komitmen Berkelanjutan dalam Pengelolaan Air
Penanganan banjir di Badung dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Pada APBD Perubahan 2025, telah dialokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan khusus seperti excavator amphibi, pompa mobiling, serta memulai proses pembebasan lahan untuk menangani bottleneck di Tukad Mati.
Dengan kombinasi antara teknologi pompa air berkapasitas tinggi dan normalisasi sungai, Pemkab Badung berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih aman dari banjir bagi masyarakat dan pelaku pariwisata di kawasan Semigita.
Artikel Terkait
Lonjakan Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di 230 Daerah pada Februari 2026
Anak Gajah Terperosok Septic Tank Picu Kawanan Gajah Amuk di Mess Perusahaan Siak
Unjuk Rasa Mahasiswa Iran Bergema di Tengah Mandeknya Perundingan Nuklir
Hyundai Ioniq 5 N Resmi Hadir, Pacu 650 PS untuk Pengalaman Berkendara Ekstrem