Pemerintah Thailand secara resmi menuntut permintaan maaf dari Kamboja menyusul insiden ranjau darat di wilayah perbatasan kedua negara. Tuduhan ini muncul setelah seorang prajurit Thailand terluka akibat ledakan ranjau saat melakukan patroli rutin.
Kamboja dengan tegas membantah telah memasang ranjau darat baru seperti yang dituduhkan. Insiden keamanan ini terjadi di sepanjang zona perbatasan yang masih menjadi sumber sengketa antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand menyampaikan permintaan resmi pemerintahnya. "Kami menuntut pihak Kamboja menyampaikan permintaan maaf," tegas Nikorndej Balankura dalam konferensi pers di Bangkok.
Artikel Terkait
Tiga Piagam Penghargaan untuk Kapolres Tangsel, dari Ungkap Kasus hingga Atasi Macet Kronis
Lebih dari 213 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Sumatera, Bantuan Tunai Segera Digelontor
Di Balai Kota Bawah Tanah, Sejarah Baru New York Dimulai
Kapolda Jateng Wajibkan Personel Naik Pangkat Bawa Keluarga dan Tanam Pohon