Pemerintah Thailand secara resmi menuntut permintaan maaf dari Kamboja menyusul insiden ranjau darat di wilayah perbatasan kedua negara. Tuduhan ini muncul setelah seorang prajurit Thailand terluka akibat ledakan ranjau saat melakukan patroli rutin.
Kamboja dengan tegas membantah telah memasang ranjau darat baru seperti yang dituduhkan. Insiden keamanan ini terjadi di sepanjang zona perbatasan yang masih menjadi sumber sengketa antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand menyampaikan permintaan resmi pemerintahnya. "Kami menuntut pihak Kamboja menyampaikan permintaan maaf," tegas Nikorndej Balankura dalam konferensi pers di Bangkok.
Pihak Thailand juga meminta investigasi menyeluruh mengenai insiden tersebut. "Kami meminta mereka untuk mencari fakta tentang apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab," tambah Nikorndej.
Sebagai dampak langsung dari insiden ini, Thailand mengumumkan penangguhan pakta gencatan senjata yang sebelumnya difasilitasi oleh Amerika Serikat. Keputusan ini menandai kemunduran dalam proses perdamaian antara kedua negara tetangga.
Insiden keamanan terbaru ini kembali memicu ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja, mengingat kedua negara sebelumnya pernah terlibat konflik bersenjata selama lima hari pada bulan Juli. Situasi terkini memperburuk upaya diplomasi yang telah dibangun sebelumnya.
Artikel Terkait
Kemenpora Siapkan Strategi Hadapi Kompleksitas Logistik SEA Games 2027 di Malaysia
Genangan Air di Kolong Tol Puri Kembangan Picu Macet Total
Verifikasi Data BPJS Kesehatan di Jambi: 9.000 Warga Dinonaktifkan, Total Penerima Naik Jadi 180.000 Jiwa
Pemerintah Umumkan Penyesuaian Jam Layanan BPJS dan ASN Selama Ramadan 2026