Pemerintah Thailand secara resmi menuntut permintaan maaf dari Kamboja menyusul insiden ranjau darat di wilayah perbatasan kedua negara. Tuduhan ini muncul setelah seorang prajurit Thailand terluka akibat ledakan ranjau saat melakukan patroli rutin.
Kamboja dengan tegas membantah telah memasang ranjau darat baru seperti yang dituduhkan. Insiden keamanan ini terjadi di sepanjang zona perbatasan yang masih menjadi sumber sengketa antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand menyampaikan permintaan resmi pemerintahnya. "Kami menuntut pihak Kamboja menyampaikan permintaan maaf," tegas Nikorndej Balankura dalam konferensi pers di Bangkok.
Pihak Thailand juga meminta investigasi menyeluruh mengenai insiden tersebut. "Kami meminta mereka untuk mencari fakta tentang apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab," tambah Nikorndej.
Sebagai dampak langsung dari insiden ini, Thailand mengumumkan penangguhan pakta gencatan senjata yang sebelumnya difasilitasi oleh Amerika Serikat. Keputusan ini menandai kemunduran dalam proses perdamaian antara kedua negara tetangga.
Insiden keamanan terbaru ini kembali memicu ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja, mengingat kedua negara sebelumnya pernah terlibat konflik bersenjata selama lima hari pada bulan Juli. Situasi terkini memperburuk upaya diplomasi yang telah dibangun sebelumnya.
Artikel Terkait
Kerbau Albino Mirip Donald Trump di Bangladesh Viral, Batal Dijadikan Hewan Kurban Idul Adha
Menteri Haji Imbau Jemaah Hindari Lempar Jumrah Siang Hari Akibat Suhu Ekstrem 43 Derajat Celsius di Mina
Begal Sepeda Motor di Tenho, Pelaku Diamankan Warga Setelah Babak Belur
Rustini Muhaimin Tekankan Pentingnya Budaya Literasi dan Numerasi Sejak Dini bagi Anak Bangsa