Ledakan SMAN 72 Jakarta: Bom di Masjid Dikendalikan dengan Remote
Jakarta Utara - Investigasi kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading mengungkap fakta terbaru. Perangkat bom yang meledak di masjid sekolah tersebut diduga kuat diledakkan dari jarak jauh menggunakan remote control.
Keterangan ini disampaikan langsung oleh Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya. Peristiwa ledakan ini terjadi pada hari Jumat lalu.
Henik menjelaskan bahwa pelaku tidak berada di dalam masjid saat melakukan aksinya. Bom diledakkan dari jarak jauh dengan sistem kendali remote.
Berdasarkan analisis barang bukti, perangkat bom menggunakan empat buah baterai AAAA sebagai sumber daya. Inisiatornya adalah electric mass, dengan bahan peledak yang mengandung potassium klorida.
Remote control yang digunakan untuk meledakkan bom tidak ditemukan di dalam lokasi kejadian. Di TKP, penyidik hanya menemukan sisa-sisa material ledakan. Bom tersebut dibungkus dalam casing jeriken plastik berkapasitas satu liter dan dilengkapi dengan paku.
Kasus ledakan SMAN 72 Jakarta ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku di balik insiden tersebut.
Artikel Terkait
Laporan Ombudsman Warnai Polemik Pergantian Ketua RT di Tanjung Barat
Dokumen AS Ungkap Kiriman Potongan Kain Kabah ke Jeffrey Epstein
Polri Operasikan Drone ETLE untuk Awasi Pelanggaran Ganjil Genap di Jakarta
BNPB Salurkan Rp35,6 Miliar untuk Perbaikan Rumah Korban Banjir Lhokseumawe