Berdasarkan analisis barang bukti, perangkat bom menggunakan empat buah baterai AAAA sebagai sumber daya. Inisiatornya adalah electric mass, dengan bahan peledak yang mengandung potassium klorida.
Remote control yang digunakan untuk meledakkan bom tidak ditemukan di dalam lokasi kejadian. Di TKP, penyidik hanya menemukan sisa-sisa material ledakan. Bom tersebut dibungkus dalam casing jeriken plastik berkapasitas satu liter dan dilengkapi dengan paku.
Kasus ledakan SMAN 72 Jakarta ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku di balik insiden tersebut.
Artikel Terkait
Anak di Lahat Tega Bunuh dan Mutilasi Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Judi
Dubes UEA Ungkap 85% Serangan Iran Arahkan ke Negara Teluk dan Yordania
Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang
China Perluas Layanan Kereta Cepat untuk Anjing dan Kucing ke 121 Stasiun