Itjen Kemnaker akan menerapkan pendekatan pengawasan berbasis konsultasi dan risiko. Dengan pendekatan ini, fungsi Itjen tidak lagi berfokus pada temuan kesalahan, tetapi berperan aktif dalam mencegah risiko dan membantu unit kerja memperbaiki tata kelola sejak tahap perencanaan.
Sinergi Lintas Lembaga dan Kolaborasi Strategis
Sinergi antarlembaga menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem pengawasan yang kuat dan efektif. Kolaborasi lintas lembaga dengan berbagai instansi pemerintah akan diperkuat untuk menciptakan sistem pengawasan yang komprehensif.
Penguatan SDM dan Teknologi untuk Transformasi Itjen
Transformasi Itjen memerlukan dukungan dari sisi sumber daya manusia dan teknologi. Peningkatan kompetensi auditor internal melalui pelatihan, sertifikasi, serta pemanfaatan data analytics dan digitalisasi proses pengawasan menjadi prioritas utama.
Menuju Trusted Advisor dalam Pengawasan Intern
Inspektur Jenderal Roni Dwi Susanto menegaskan bahwa tema transformasi APIP menjadi trusted advisor diangkat untuk memperkuat peran dan arah strategis Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Paradigma pengawasan perlu bergeser dari sekadar watchdog menjadi mitra strategis bagi pimpinan dan unit kerja.
Rapat kerja ini dirancang sebagai momentum untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan seluruh jajaran Itjen. Ke depan, Itjen Kemnaker akan terus memperkuat tata kelola pengawasan internal yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan organisasi dan kemajuan teknologi.
Artikel Terkait
AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi
AS Klaim Sukses Evakuasi Awak Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran, Tepergok Klaim Beda dari Teheran
Pengemudi Taksi Online di Jakarta Dijerat Tiga Pasal Usai Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Saksi Beberkan Aliran Uang Non-Teknis Rp 100 Juta per Tahun untuk Sertifikasi K3 di Kemenaker