Perjuangan Pelajar Pandeglang Melintasi Jalan Berlumpur demi Sekolah
Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan sekelompok pelajar melintasi jalan berlumpur di Kabupaten Pandeglang menjadi perhatian publik. Video tersebut dengan jelas menggambarkan betapa sulitnya akses menuju tempat belajar bagi anak-anak di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Patia.
Dalam rekaman tersebut, terlihat para pelajar yang mengenakan seragam pramuka berusaha melewati genangan lumpur yang menghalangi jalan. Suara seorang pria yang merekam kejadian itu turut mengiringi, menyiratkan rasa prihatin atas kondisi yang dialami.
Seorang guru honorer di SDN Turus 5, Apwan Munandar, mengonfirmasi bahwa para siswa dalam video viral tersebut adalah murid-muridnya. Ia menegaskan bahwa jalan berlumpur itu merupakan satu-satunya akses utama yang dapat dilalui oleh warga dan anak-anak sekolah untuk beraktivitas.
Menurut penuturan Apwan, kondisi jalan yang rusak dan penuh lumpur ini telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia sendiri telah mengabdi sebagai guru honorer selama 17 tahun dan menyaksikan langsung bahwa masalah ini belum kunjung menemui solusi.
Keadaan ini disebutkan semakin parah dengan adanya aktivitas pembangunan proyek jalan tol Serang-Panimbang di sekitar lokasi. Meski total jalan yang rusak mencapai sekitar 2 kilometer, bagian yang paling bermasalah dan berlumpur mencapai kurang lebih 500 meter.
Dampaknya, para pelajar terpaksa tiba di sekolah dengan kondisi seragam dan tubuh yang kotor oleh lumpur. Situasi ini tentu sangat mengganggu proses belajar mengajar dan kenyamanan siswa. Pihak guru dan warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah setempat untuk segera menangani masalah infrastruktur yang vital ini, demi masa depan pendidikan anak-anak Indonesia.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria di Kebon Jeruk, Sita Lebih 1 Kg Kokain dari Malaysia
Hetifah Sjaifudian: Kecaman ke Alumni LPDP adalah Alarm Sosial, Bukan Serangan Pribadi
Gempa M 7,1 Guncang Lepas Pantai Malaysia, Dirasakan hingga Kalimantan
Rumah di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik