Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di COP30, Targetkan Manfaat Ekonomi Rp 16 Triliun dari Perdagangan Karbon

- Selasa, 11 November 2025 | 01:40 WIB
Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di COP30, Targetkan Manfaat Ekonomi Rp 16 Triliun dari Perdagangan Karbon

Paviliun Indonesia secara resmi memulai aktivitasnya dalam Konferensi Tingkat Tinggi COP30. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan simbolis pemotongan tumpeng sebagai tradisi budaya lokal.

Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menjadi tokoh utama dalam prosesi pemotongan tumpeng pertama. Dalam sambutannya, Hashim menyampaikan harapan bahwa paviliun ini akan menjadi pusat pertukaran pengetahuan dan inovasi iklim.

"Keberadaan paviliun ini dimaksudkan sebagai ruang untuk berbagi pengalaman dan bertukar ide guna mewujudkan tujuan mulia yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris 2015," jelas Hashim usai meresmikan Paviliun Indonesia pada Senin (10/11/2025).

Beliau menambahkan, "Komitmen terbaru kami tertuang dalam Second NDC untuk memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim."

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq serta Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki yang mendampingi Utusan Khusus Presiden.

Paviliun Indonesia telah menjadwalkan rangkaian diskusi intensif selama periode 10-21 November 2025. Sebanyak 50 sesi dialog akan menyoroti berbagai strategi penanganan perubahan iklim dengan melibatkan pembicara internasional.

Konferensi COP30 yang berlangsung di Belem, Brasil, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan mekanisme seller meet buyer dalam perdagangan karbon. Inisiatif perdagangan karbon ini bertujuan mempromosikan potensi sumber daya karbon Indonesia di pasar global.

Menteri Hanif menyampaikan target ambisius dimana Indonesia berpotensi memperoleh manfaat ekonomi senilai Rp 16 triliun dari transaksi perdagangan karbon pasca konferensi.

Selain aspek perdagangan karbon, Indonesia juga aktif membangun kemitraan internasional dan memamerkan pencapaian signifikan dalam reduksi emisi gas rumah kaca selama ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar