Mantan Jaksa Militer Israel Yifat Tomer-Yerushalmi Alami Overdosis Usai Status Tahanan Rumah

- Senin, 10 November 2025 | 18:15 WIB
Mantan Jaksa Militer Israel Yifat Tomer-Yerushalmi Alami Overdosis Usai Status Tahanan Rumah

Mantan Jaksa Militer Israel Yifat Tomer-Yerushalmi Dilarikan ke RS Usai Upaya Bunuh Diri

Mantan jaksa militer Israel, Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, harus dilarikan ke rumah sakit setelah melakukan percobaan bunuh diri. Kejadian ini terjadi setelah statusnya diubah dari tahanan penjara menjadi tahanan rumah.

Yifat Tomer-Yerushalmi, yang sebelumnya mengundurkan diri dari posisi Kepala Advokat Jenderal Militer Israel, baru saja mendapatkan status tahanan rumah selama 10 hari. Namun, pada hari Minggu pagi, kondisi darurat medis terjadi di kediamannya di kawasan Ramat Hasharon.

Petugas medis yang datang ke lokasi kemudian mengonfirmasi bahwa mantan pejabat tinggi militer Israel tersebut telah melakukan upaya bunuh diri. Dalam keadaan masih sadar, Tomer-Yerushalmi segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Overdosis Pil Tidur dan Kondisi Kesehatan

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa upaya bunuh diri ini dilakukan dengan cara mengonsumsi pil tidur secara berlebihan. Pusat Medis Tel Aviv Sourasky telah mengonfirmasi bahwa Tomer-Yerushalmi saat ini sedang menjalani serangkaian pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Komisioner Kepolisian Israel, Danny Levy, secara resmi mengonfirmasi kejadian ini pada Minggu malam. Levy menyatakan bahwa kehidupan Tomer-Yerushalmi "tidak bahagia" sebelum kejadian. Di luar insiden kesehatan ini, seorang demonstran juga sempat ditahan di depan rumah mantan jaksa militer tersebut.

Latar Belakang Kasus Pembocoran Video Penyiksaan

Kasus ini berawal dari pengakuan Tomer-Yerushalmi bahwa dialah yang membocorkan video penyiksaan tahanan Palestina. Video yang direkam dari kamera pengawas di fasilitas penahanan Sde Teiman, Israel bagian selatan tersebut, menunjukkan praktik penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap tahanan Palestina.

Akibat pembocoran video ini, lima tentara cadangan Israel telah menghadapi dakwaan resmi. Di antara tuduhan yang diajukan adalah penggunaan benda tajam untuk menusuk tahanan Palestina di area sensitif dekat dubur. Video yang bocor ke media pada tahun 2024 ini telah memicu kontroversi besar di Israel maupun secara internasional.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar