KPAI Dukung Pembatasan Game PUBG dan Konten Kekerasan di Internet
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan dukungannya terhadap wacana pemerintah untuk menerapkan pembatasan pada game online, khususnya yang bernuansa kekerasan seperti PUBG. Dukungan ini muncul pasca insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan bahwa pengaturan terhadap game semacam itu merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak. Ia menyatakan bahwa proteksi anak di dunia maya harus menjadi prioritas.
KPAI berencana menggelar rapat khusus guna membahas dua fokus utama. Pertama, adalah penguatan sistem perlindungan anak di dunia siber, termasuk pengawasan terhadap konten-konten negatif. Kedua, adalah penanganan masalah perundungan yang juga marak terjadi.
Artikel Terkait
YouTube Tutup Kanal DIBIKIN CHANNEL Penyebar Hoaks dan Konten Fitnah
Guru Madrasah di Depok Disebut Miliki Penyimpangan Seksual dan HIV
Bupati Lebak Sebut Status Mantan Napi Wakilnya, Halalbihalal Berakhir Ricuh
Pemerintah NTB Minta Masyarakat Tenang, Pastikan Stok BBM Aman dan Harga Belum Naik