Jared Kushner Tiba di Israel, Bahas Rencana Perdamaian Gaza dengan Netanyahu

- Senin, 10 November 2025 | 11:20 WIB
Jared Kushner Tiba di Israel, Bahas Rencana Perdamaian Gaza dengan Netanyahu
Kedatangan Jared Kushner di Israel: Bahas Rencana Perdamaian Gaza

Jared Kushner, menantu mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah mendarat di Israel pada hari Minggu. Kunjungannya berfokus untuk melakukan pertemuan langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Agenda utama dari pertemuan bilateral ini adalah membahas implementasi lebih lanjut dari rencana perdamaian Amerika Serikat yang ditujukan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza. Pertemuan puncak antara Kushner dan Netanyahu sendiri dijadwalkan berlangsung pada hari Senin waktu setempat.

Rencana perdamaian yang diusung sebelumnya oleh Donald Trump pada bulan September lalu terdiri dari 20 poin utama. Tahap awal dari rencana ini telah dimulai dengan gencatan senjata yang efektif sejak 10 Oktober, disusul dengan proses penyerahan sandera yang sebelumnya ditahan oleh kelompok Hamas di Gaza.

Hingga saat ini, kelompok Hamas telah membebaskan 20 orang sandera dalam keadaan hidup dan juga menyerahkan jenazah 24 sandera lainnya yang berasal dari Gaza sejak tanggal yang ditetapkan.

Fase berikutnya dalam kesepakatan gencatan senjata ini melibatkan pembentukan sebuah pasukan multinasional. Pasukan ini dirancang untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan di wilayah Gaza secara bertahap dari tangan militer Israel.

Namun, terdapat penolakan jelas dari pemerintah Israel mengenai keterlibatan pasukan tertentu. Seorang juru bicara pemerintah Israel menegaskan pada hari Minggu bahwa tidak akan ada kehadiran pasukan Turki di lapangan sebagai bagian dari pasukan multinasional tersebut.

Menanggapi hal ini, Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, dalam sebuah konferensi keamanan menyatakan bahwa Turki diharapkan akan tetap berpartisipasi. Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyoroti peran konstruktif yang diharapkan dari Ankara, sambil menekankan bahwa Washington tidak akan memaksakan keberadaan pasukan asing manapun di wilayah Israel.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar