Riki (24) Tewas Dikeroyok Teman di Probolinggo, Kronologi dan Motif Polisi Selidiki

- Minggu, 09 November 2025 | 05:40 WIB
Riki (24) Tewas Dikeroyok Teman di Probolinggo, Kronologi dan Motif Polisi Selidiki

Riki (24) Tewas Diduga Dikeroyok Teman di Probolinggo, Keluarga Laporkan ke Polisi

Seorang pemuda asal Desa Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meninggal dunia diduga akibat dikeroyok temannya sendiri. Korban yang beridentitas Riki (24 tahun) sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Kronologi Pengeroyokan yang Merenggut Nyawa Riki

Kejadian pengeroyokan ini terjadi pada hari Kamis (6/11/2025). Korban mengalami luka-luka berat berupa memar dan bekas tusukan benda tajam di beberapa bagian tubuh. Setelah kejadian, Riki sempat dibawa pulang oleh temannya dan dirawat di rumah sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Meskipun telah mendapat perawatan medis, nyawa Riki tidak tertolong. Korban menghembuskan napas terakhir pada Jumat (7/11/2025), sehari setelah kejadian pengeroyokan.

Keluarga Korban Lapor Polisi dan Minta Autopsi

Keluarga Riki yang tidak menerima kematiannya telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian. Mereka juga mengajukan permintaan autopsi jenazah ke RSUD dr. Moh. Saleh untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainal Arifin, membenarkan adanya laporan tersebut. "Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga dianiaya oleh beberapa orang sebelum meninggal," jelas Zainal pada Sabtu (8/11/2025).

Temuan Luka dan Penyidikan Polisi

Pemeriksaan luar yang dilakukan bersama tim medis RSUD dr. Moh. Saleh mengungkap adanya luka memar dan luka tusuk di bagian kepala kanan atas serta area pantat korban. Saat ini, polisi sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik kejadian ini.

"Saat ini kami masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," tegas Zainal. Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa warga Gili Ketapang ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar