Sebuah menara boiler setinggi 60 meter roboh saat proses pembongkaran di pembangkit listrik tenaga panas yang sudah tidak aktif di Ulsan, Korea Selatan. Tragedi menara ambruk ini menewaskan sedikitnya 3 orang, dengan 2 korban lainnya dikhawatirkan juga meninggal dunia.
Berdasarkan laporan otoritas setempat, sekitar lima orang masih terjebak di bawah reruntuhan menara. Dua di antaranya bahkan belum diketahui posisi pastinya oleh tim penyelamat.
Kejadian menara ambruk di Ulsan ini terjadi pada Kamis (6/11/2025) sore waktu setempat. Saat itu, sembilan pekerja sedang melakukan aktivitas pembongkaran ketika struktur menara boiler tiba-tiba runtuh.
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi dua pekerja dengan selamat, namun satu pekerja lain yang berhasil diselamatkan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada Jumat (7/11) dini hari. Beberapa jam kemudian, jenazah pekerja lain berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.
Seorang dokter di lokasi kemudian mengonfirmasi kematian pekerja ketiga yang sebelumnya telah dievakuasi. Total korban tewas dalam insiden pembongkaran menara di Korea Selatan ini mencapai tiga orang.
Kim Jeong Shik, pejabat departemen pemadam kebakaran Ulsan, menyatakan dua orang lainnya diduga juga tewas meski lokasinya belum dapat dipastikan. Operasi pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi puing yang tidak stabil sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Hadapi Arema FC di SUGBK, Perburuan Poin untuk Kejar Puncak Klasemen
Menteri PUPR: Kepuasan Publik ke Presiden 79,9%, Didorong Penegakan Hukum
Pemilu Thailand 2026: Rakyat Tentukan Arah Baru di Tengah Tantangan Ekonomi dan Geopolitik
Kementan Perkuat Antisipasi Penyakit Hewan Jelang Ramadan dan Idulfitri