TPID Kota Malang Tanam 3.000 Bibit Cabai untuk Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengambil langkah strategis dengan melakukan penanaman massal cabai. Gerakan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, sebagai upaya antisipasi kenaikan harga cabai dan penekanan laju inflasi.
Antisipasi Kenaikan Harga Cabai dengan Produksi Lokal
Wali Kota Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa inisiatif penanaman 3.000 bibit cabai ini merupakan bantuan dari Bank Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap melonjaknya harga cabai di pasaran dalam beberapa pekan terakhir. Tujuannya adalah untuk menstabilkan harga dan mengembalikannya ke kondisi normal dengan meningkatkan pasokan dari sumber lokal.
"Kita fokuskan ke cabai karena kita melihat dari beberapa minggu terakhir harganya sedang tinggi. Ini perlu kita antisipasi," tegas Wahyu Hidayat.
Lahan Seluas 40 Hektare di Kedungkandang Disiapkan
Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan lahan seluas 40 hektare yang tersebar di Kecamatan Kedungkandang. Lokasi penanaman mencakup beberapa kelurahan, seperti Buring, Wonokoyo, Lesanpuro, Madyopuro, Cemorokandang, Tlogowaru, dan Bumiayu. Selain itu, terdapat juga lahan penanaman cabai di Kelurahan Merjosari seluas 20 hektare, yang terdiri atas varietas cabai besar dan cabai rawit.
Strategi Jaga Stabilitas Pasokan Menjelang Akhir Tahun
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menambahkan bahwa gerakan tanam cabai ini adalah strategi TPID untuk mengamankan pasokan dan harga, terutama pada periode Oktober hingga Desember. Pada bulan-bulan tersebut, permintaan masyarakat terhadap cabai biasanya mengalami peningkatan yang signifikan, yang berpotensi mendorong inflasi.
Dengan memanfaatkan lahan tadah hujan, produksi lokal diperkuat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pohon cabai diketahui dapat dipanen hingga 12 kali, dan hasil panen sebelumnya di Kota Malang telah mencapai sekitar 3.000 ton, yang menjadi modal penting dalam stabilisasi pasokan.
Ajakan Urban Farming untuk Dukung Pengendalian Inflasi
Pemkot Malang juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam mengendalikan inflasi. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah melalui konsep urban farming atau pertanian perkotaan. Dengan menanam cabai sendiri, setiap rumah tangga dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri, yang pada akhirnya turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga cabai di tingkat pasar.
Dengan kombinasi antara program pemerintah dan partisipasi masyarakat, Kota Malang berupaya untuk menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik dan menjaga daya beli masyarakat dari tekanan inflasi, khususnya dari komoditas hortikultura yang fluktuatif.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Video Viral Pria Gendong Benda Diduga Mayat di Tambora
Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Inklusif di Asia-Pasifik
Prabowo Janjikan Industrialisasi Besar-besaran dan Jutaan Rumah Murah
Prabowo Tegaskan Komitmen Perangi Korupsi dan Kemiskinan di Muktamar NU