Topan Kalmaegi Tewaskan 241 Jiwa, Presiden Marcos Jr Tetapkan Darurat Nasional

- Jumat, 07 November 2025 | 12:40 WIB
Topan Kalmaegi Tewaskan 241 Jiwa, Presiden Marcos Jr Tetapkan Darurat Nasional
Presiden Ferdinand Marcos Jr Tetapkan Keadaan Darurat Nasional Akibat Topan Kalmaegi - Korban Tewas Capai 241 Jiwa

Presiden Ferdinand Marcos Jr Tetapkan Keadaan Darurat Nasional Akibat Topan Kalmaegi

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, secara resmi mengumumkan keadaan darurat nasional menyusul terjangan Topan Kalmaegi yang menghancurkan. Keputusan ini diambil sebagai respons atas tingginya korban jiwa dan kerusakan parah yang ditimbulkan oleh topan yang memicu banjir besar dan tanah longsor di berbagai wilayah Filipina.

Data Korban Topan Kalmaegi Terkini

Berdasarkan data resmi dari otoritas Manila, bencana ini telah mengakibatkan sedikitnya 114 orang tewas dan 127 orang lainnya dinyatakan hilang. Topan Kalmaegi, yang dikenal dengan nama lokal Topan Tino, menerjang wilayah Filipina dan menimbulkan dampak yang sangat signifikan.

Langkah Cepat Pemerintah Filipina

Penetapan status bencana nasional ini disampaikan oleh Presiden Marcos Jr dalam sebuah pengarahan di Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat operasi penyelamatan, distribusi bantuan kemanusiaan, dan proses rehabilitasi di daerah terdampak.

Dengan status darurat nasional, pemerintah Filipina dapat mengakses dana darurat dengan lebih cepat dan menyelenggarakan proses pengadaan barang serta jasa yang lebih efisien untuk mendukung korban bencana Topan Kalmaegi.

Wilayah yang Terdampak Topan Kalmaegi

Presiden Marcos Jr menegaskan bahwa sekitar 10 hingga 12 wilayah diperkirakan terdampak oleh topan ini. Saat ini, Filipina juga sedang bersiap-siap menghadapi ancaman Topan Uwan yang diperkirakan akan melanda setelahnya.

Secara terpisah, juru bicara Kantor Pertahanan Sipil, Diego Mariano, melaporkan bahwa sebanyak 82 orang mengalami luka-luka di wilayah Visayas Tengah, yang merupakan daerah dengan tingkat kerusakan dan korban paling parah akibat Topan Kalmaegi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar