Proses Identifikasi Korban Kebakaran Kwitang
Dua kerangka manusia tersebut ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, yang terbakar pada 29 Agustus 2025. Kerangka baru berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Kamis (30/10). Untuk memastikan identitasnya, polisi mengambil sampel DNA dari keluarga kedua orang yang hilang sejak tanggal 29 Agustus tersebut.
Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, dalam konferensi pers yang sama menjelaskan hasil kecocokan DNA. "Nomor posmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputeradewo anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin," jelasnya.
Lebih lanjut, Sumy Hastry menyatakan, "Nomor posmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid anak biologis dari Bapak Hamidi." Dengan demikian, identitas kedua korban telah dipastikan secara ilmiah.
Artikel Terkait
Peradi Kucurkan Rp6,7 Miliar untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumbar
Ahmad Muzani Ingatkan Muhammadiyah Waspadai Godaan Pragmatisme
WHO dan UNICEF Laporkan 214 Serangan Terhadap Fasilitas Medis Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang di Sudan
Dispora DKI Tegaskan Lapangan Maroedja Sport Park Gratis, Tak Ada Pungutan Liar