Hasil Tes DNA Konfirmasi Identitas Farhan dan Reno, Korban Kebakaran Gedung ACC Kwitang

- Jumat, 07 November 2025 | 12:05 WIB
Hasil Tes DNA Konfirmasi Identitas Farhan dan Reno, Korban Kebakaran Gedung ACC Kwitang
Hasil Tes DNA Konfirmasi Identitas Farhan dan Reno, Korban Kebakaran Gedung ACC Kwitang

Hasil Tes DNA Konfirmasi Kerangka di Kwitang adalah Farhan dan Reno

Rumah Sakit Polri (RS Polri) secara resmi mengumumkan bahwa hasil tes DNA membuktikan dua kerangka yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat, identik dengan Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo. Keduanya dilaporkan hilang setelah kericuhan pada akhir Agustus 2025.

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, menegaskan bahwa meski kedua korban telah ditemukan, Posko Orang Hilang Polda Metro Jaya akan terus bekerja. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk tetap memprioritaskan kepentingan keluarga kedua almarhum.

"Sikap kami jelas, posko orang Hilang Polda Metro Jaya akan fokuskan perhatian dan memprioritaskan keberpihakan bagi kepentingan keluarga almarhum Farhan dan Reno," tegas Putu Kholis di RS Polri, Jakarta Timur, pada Jumat (7/11/2025).

Dia menambahkan, "Dengan adanya hasil hari ini bukan berarti pekerjaan kami selesai." Pernyataan ini menegaskan bahwa penyelidikan polisi terkait kasus ini akan terus berlanjut.

Proses Identifikasi Korban Kebakaran Kwitang

Dua kerangka manusia tersebut ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, yang terbakar pada 29 Agustus 2025. Kerangka baru berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Kamis (30/10). Untuk memastikan identitasnya, polisi mengambil sampel DNA dari keluarga kedua orang yang hilang sejak tanggal 29 Agustus tersebut.

Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, dalam konferensi pers yang sama menjelaskan hasil kecocokan DNA. "Nomor posmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputeradewo anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin," jelasnya.

Lebih lanjut, Sumy Hastry menyatakan, "Nomor posmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid anak biologis dari Bapak Hamidi." Dengan demikian, identitas kedua korban telah dipastikan secara ilmiah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar