Korban terakhir mahasiswa KKN UIN Walisongo yang hanyut di Sungai Loning, Kecamatan Singorojo, Kendal, akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas. Korban tersebut telah diidentifikasi sebagai Nabila Yuliani Desi.
Jenazah Nabila berhasil ditemukan oleh para relawan warga dari Desa Banyuringin yang dengan sukarela melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Penemuan ini terjadi pada pukul 22.00 WIB, sehingga menandai bahwa keenam jasad mahasiswa yang menjadi korban telah berhasil dievakuasi seluruhnya.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, mengonfirmasi penemuan tersebut. "Kami menerima informasi bahwa jenazah Nabila Yuliani Desi telah ditemukan oleh warga Desa Banyuringin yang turut membantu dalam operasi pencarian. Setelah dilakukan pemeriksaan, dapat dipastikan bahwa itu adalah jenazah Nabila," ujarnya.
Lokasi penemuan jenazah Nabila tercatat cukup jauh dari tempat kejadian awal, dengan jarak diperkirakan mencapai 10 kilometer. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah segera dibawa ke RSUD Suwondo Kendal untuk kepentingan lebih lanjut.
Kapolsek Singorojo, AKP Sudali, menambahkan bahwa inisiatif pencarian malam hari oleh warga berawal dari rasa prihatin dan kepedulian terhadap keluarga korban. "Inisiatif ini muncul dari warga Desa Banyuringin yang tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban keluarga korban," jelasnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, proses pencarian dinyatakan resmi berakhir. Peristiwa tragis mahasiswa KKN UIN Walisongo hanyut di Kendal ini pun telah menelan enam korban jiwa.
Artikel Terkait
J Trust Bank Salurkan Dana Nasabah untuk Konservasi Mangrove dan Penyu Lewat Tabungan Hijau
Tekanan Geopolitik Global Dorong Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama di Asia Tenggara
DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Polisi Atas Dugaan Ujaran Kebencian dalam Pidato di AS
Tiga Gerbang Tol Tangerang-Merak Sediakan Fasilitas Salat Iduladha bagi Pemudik