Zohran Mamdani: Wali Kota New York Pertama Muslim, Profil & Visi Politik

- Rabu, 05 November 2025 | 11:45 WIB
Zohran Mamdani: Wali Kota New York Pertama Muslim, Profil & Visi Politik

Zohran Mamdani: Muslim Pertama Terpilih sebagai Wali Kota New York

Zohran Mamdani telah menciptakan sejarah dengan terpilih sebagai Wali Kota New York pertama yang beragama Muslim. Figur sosialis demokratis ini berhasil mengatasi penolakan dari pemegang kekuasaan tradisional dan pemimpin bisnis di kota tersebut.

Profil dan Latar Belakang Zohran Mamdani

Lahir di Uganda dan dibesarkan di Cape Town, Afrika Selatan, Mamdani merupakan keturunan India yang pindah ke New York City pada usia 7 tahun. Pendidikan menengahnya ditempuh di Bronx High School of Science yang bergengsi, kemudian melanjutkan ke Bowdoin College untuk gelar Sarjana Seni. Ia adalah putra dari Mahmood Mamdani, profesor Universitas Columbia, dan Mira Nair, sutradara film India ternama.

Perjalanan Karier Politik dan Musik

Sebelum menjadi Wali Kota, Mamdani telah menjabat sebagai anggota dewan negara bagian New York dari wilayah Queens selama tiga periode. Latar belakang kariernya yang unik mencakup pekerjaan sebagai konselor perumahan dan bahkan pernah menjadi rapper dengan nama panggung "Mr Cardamom".

Strategi Kampanye Inovatif

Kampanye digital Mamdani menonjol melalui produksi konten media sosial yang konsisten, termasuk wawancara dengan mantan pendukung Trump. Keahliannya berbicara berbagai bahasa dan fokus pada isu keterjangkauan hidup menjadi kunci keberhasilannya terhubung dengan berbagai kalangan pemilih.

Janji dan Kebijakan Utama

Mamdani berhasil menarik dukungan melalui proposal kebijakan populer seperti:

  • Pembekuan sewa untuk warga New York
  • Layanan bus gratis
  • Program perawatan anak universal

Komitmen utamanya adalah membuat kota termahal di AS ini lebih terjangkau bagi kelas pekerja.

Kemenangan atas Kandidat Unggulan

Kemenangan bersejarah ini diawali dengan keberhasilannya mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Juni lalu. Meski menghadapi kampanye anti-Mamdani yang didanai jutaan dolar oleh sektor properti dan bisnis, dukungan masyarakat terhadap visi politiknya terbukti lebih kuat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar