Menurut Rerie, teknologi digital ibarat pisau bermata dua yang dapat menjadi sarana refleksi dan pembenahan diri, namun sekaligus berpotensi menjadi ancaman jika tidak dipahami dengan benar. "Tanpa kesadaran dan pemahaman terhadap mekanisme ini, yang terjadi justru bisa menjadi bencana," tegasnya.
Pentingnya Pemetaan Pola Pikir Generasi Muda
Wakil MPR RI ini juga menyoroti pentingnya pemetaan karakter dan pola pikir generasi muda Indonesia. Ia mengilustrasikan bagaimana perbedaan pandangan antargenerasi dalam satu keluarga menunjukkan perubahan cara berpikir yang signifikan akibat pengaruh lingkungan dan teknologi.
Peran Survei dalam Memahami Aspirasi Publik
Rerie menegaskan bahwa Partai NasDem menghargai peran survei tidak hanya sebagai alat ukur elektabilitas, tetapi juga sebagai instrument untuk memahami aspirasi publik dan arah perubahan pandangan generasi muda. "Kami percaya survei adalah alat untuk membaca pikiran publik dan memahami arah perubahan," tambahnya.
Menjaga Persatuan Menuju 2029
Menutup sambutannya, Rerie mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan menjelang kontestasi politik 2029. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan adalah hal wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi kebencian dan perpecahan. "Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera hanya dapat tercapai bila seluruh anak bangsa bergandengan tangan, menghormati perbedaan, dan berjuang bersama dalam koridor konstitusi," pungkasnya.
Artikel Terkait
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya
Arema FC dan Malut United Bermain Imbang 1-1 di Kanjuruhan
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Grobogan