Gunung Semeru Erupsi 4 Kali Pagi Ini, Ini Status Terkini dan Zona Bahaya yang Wajib Dihindari!

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:40 WIB
Gunung Semeru Erupsi 4 Kali Pagi Ini, Ini Status Terkini dan Zona Bahaya yang Wajib Dihindari!

Gunung Semeru Erupsi 4 Kali Pagi Ini, Status Masih Level 2 Waspada

Lumajang - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi sebanyak empat kali pada pagi hari ini, Kamis (30/10/2025).

Berdasarkan laporan dari pos pengamatan, rangkaian erupsi Gunung Semeru terjadi dalam kurun waktu dari pukul 04.56 hingga 06.10 WIB. Erupsi ini memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 800 meter dari puncak kawah Jonggring Saloko.

Visual dari kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong bergerak ke arah barat. Aktivitas ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi gempa selama 208 detik.

Status Gunung Semeru Tetap Level 2 Waspada

Hingga berita ini diturunkan, status aktivitas Gunung Semeru masih tetap berada di level II (Waspada). Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Pos Petugas Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.

"Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 800 meter. Status masih level 2 waspada," jelas Liswanto.

Imbauan untuk Masyarakat Sekitar Gunung Semeru

Berikut ini adalah imbauan penting dari pihak berwenang untuk keselamatan masyarakat:

  • Masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 8 kilometer dari puncak kawah.
  • Hindari area sepadan sungai dalam jarak 500 meter dari aliran Sungai Besuk Koboan.
  • Waspadai potensi guguran lava dan aliran lahar yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Masyarakat diharapkan untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari pihak Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Semeru. Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui tautan ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar