Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menyampaikan duka mendalam atas bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Ia mendesak pemerintah untuk memprioritaskan evakuasi korban yang masih terjebak.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Saya meminta seluruh pihak terkait, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas kebencanaan, maupun seluruh elemen masyarakat, untuk terus berkoordinasi dan memastikan langkah-langkah penanganan serta evakuasi dilakukan secara cepat dan tepat demi keselamatan masyarakat," ujar Ibas saat dihubungi, Senin (17/8/2026).
Ia juga mendoakan agar warga yang terdampak diberikan keselamatan dan kemudahan dalam melewati situasi sulit ini. "Dukacita yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi hari ini. Semoga masyarakat diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan dalam menghadapi cobaan ini," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ibas mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Menurutnya, warga harus memperhatikan tanda-tanda alam serta mengikuti informasi dan arahan dari petugas maupun otoritas terkait. "Bila terdapat tanda-tanda atau peringatan potensi bencana susulan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan petugas dan mencari tempat yang aman," tuturnya.
Ibas menambahkan, semua pihak harus saling bahu membahu demi memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat. "Semoga NTT diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Mari kita bersama-sama mendoakan keselamatan seluruh masyarakat dan berharap kondisi segera kembali aman dan pulih," tutupnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban gempa bumi di NTT mencapai 53 orang meninggal dunia dan 135 orang terluka. "Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat satu jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo satu jiwa, Sikka empat jiwa, dan Ende dua jiwa," ucap Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8).
Artikel Terkait
Gempa NTT Tewaskan 53 Orang, Ribuan Warga Mengungsi
BNPB Salurkan 50 Ribu Paket Sembako Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT
Gempa NTT: 53 Tewas, Pemerintah Kerahkan Bantuan dan Personel
86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Pulih, Komdigi Pastikan Pemulihan Terus Berlanjut