Gempa NTT: 53 Tewas, Pemerintah Kerahkan Bantuan dan Personel

- Senin, 17 Agustus 2026 | 03:48 WIB
Gempa NTT: 53 Tewas, Pemerintah Kerahkan Bantuan dan Personel

Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia, 135 orang luka-luka, dan masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama sejumlah pejabat kementerian dan lembaga ditugaskan Presiden Prabowo untuk mendatangi wilayah terdampak. Menggunakan pesawat Boeing TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo, rombongan itu antara lain Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohamad Syafii, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

"Tentunya di sana kita akan mengambil langkah-langkah ya, sekarang situasinya darurat, tentunya kita akan mengambil langkah-langkah darurat, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat nanti akan segera kita penuhi ya, mulai dari logistik, kemudian kebutuhan BBM, kebutuhan listrik, kebutuhan sinyal, dan lain-lain," kata Agus Jabo di BaseOps SUMA 1, Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu malam.

Kementerian Sosial telah mengirimkan 48 ton beras untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Selain beras, Kemensos menggerakkan bantuan logistik kebencanaan dari sejumlah titik dengan total nilai sekitar Rp 4,518 miliar. Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp 1,015 miliar digerakkan menuju Kabupaten Nagekeo, meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, Kids Ware, dan tenda serbaguna. Sementara itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menggerakkan bantuan senilai sekitar Rp 541,6 juta untuk Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna. Dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi, dua paket bantuan dengan total nilai hampir Rp 3 miliar juga sedang dalam proses pengiriman menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang, mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

Ibu Hamil hingga Pasien Patah Tulang jadi Prioritas

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut ibu hamil, korban patah tulang, hingga pasien yang membutuhkan cuci darah menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam penanganan dampak gempa NTT. Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri Flag Off Road to ITB Ultra Marathon 2026 di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).

"Yang kritikal memang ibu-ibu hamil, patah tulang itu kritikal, dan juga yang mau cuci darah itu enggak beroperasi (rumah sakit)," kata Budi kepada wartawan.

Budi mengatakan salah satu tantangan penanganan korban adalah rusaknya fasilitas kesehatan serta terputusnya akses menuju sejumlah wilayah terdampak. Kondisi itu membuat pasien dengan kondisi kritis tidak selalu bisa langsung dibawa ke rumah sakit. Salah satunya terjadi pada seorang ibu hamil di Nagekeo yang mengalami komplikasi berat dan membutuhkan penanganan rumah sakit. Namun, RSUD Nagekeo tidak dapat beroperasi akibat kerusakan.

"Yang paling dekat RSUD Borong 2 jam yang baru kita bangun atau Rumah Sakit Komodo yang baru tiba itu 4 jam. Kita mau jalan, jalannya putus," ujarnya. Penanganan kondisi tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. "Jam 03.00 ibu ini bisa ditarik oleh ambulans ke RSUD Borong. Jadi harusnya pagi ini sudah sampai," kata Budi.

Untuk mempercepat koordinasi penanganan kesehatan, Kementerian Kesehatan membentuk Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Budi mengatakan HEOC bertugas mengidentifikasi kondisi korban secara cepat sehingga pemerintah dapat memperoleh pembaruan kondisi dua kali sehari. Selain korban, HEOC juga bertugas mendata kerusakan fasilitas kesehatan. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat enam puskesmas yang mengalami kerusakan berat, puluhan puskesmas rusak sedang, dan ratusan lainnya mengalami kerusakan ringan.

Polri Kirim 2,5 Ton Bantuan Melalui Udara

Polri mengirimkan 2,5 ton bantuan logistik ke NTT melalui jalur udara menyusul terputusnya akses darat di sejumlah wilayah akibat bencana. Karopenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, bantuan dikirim menggunakan pesawat Polri dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuju Labuan Bajo, beserta sejumlah personel.

"Pagi ini kita berangkatkan penerbangan menempuh kurang lebih 3 jam menuju titik tujuan di daerah Labuan Bajo. Kecepatan sangat dibutuhkan karena beberapa jalur darat ada yang terputus," ujar Trunoyudo di Mako Poludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (16/8).

Untuk menjamin kelancaran penanganan di lapangan, Polri menyiagakan satu unit pesawat Cassa Polri di wilayah NTT yang dipergunakan oleh Kapolda NTT dan jajaran Forkopimda untuk menjangkau daerah-daerah terdampak seperti Labuan Bajo dan Ende. Selain pesawat Cassa, Polri juga mengerahkan tiga unit helikopter AW-169 guna mendistribusikan logistik langsung ke daerah terisolir yang sulit diakses kendaraan darat. Dengan angkutan udara ini, diharapkan bantuan berupa kebutuhan pokok, tenda peleton, hingga peralatan medis dapat segera menyasar wilayah prioritas seperti Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Seskab: 27 Ton Bantuan Logistik Tiba di NTT

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyebut pemerintah terus merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa Magnitudo 7,7 di NTT. Menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 27 ton bantuan logistik telah tiba di NTT.

"Sesuai instruksi Bapak Presiden Prabowo sejak pagi hari kejadian, Sabtu, 15 Agustus 2026, 27 ton logistik tahap pertama dari pusat telah dikirimkan ke Flores, NTT," ucap Teddy dalam keterangannya, Minggu (16/8).

Selain itu, Teddy mengatakan, sejumlah menteri dan kepala badan di kabinet telah tiba di sana untuk membantu penanganan. Termasuk, sejumlah personel TNI-Polri. "Lebih dari 3.500 personel TNI-Polri telah dikerahkan dan tersebar di Manggarai, Maumere, dan Flores," katanya.

Teddy menegaskan, pihak-pihak berwenang terus bergerak untuk mengevakuasi warga yang terdampak bencana tersebut. "Kementerian PU, BNPB, Basarnas, serta TNI-Polri di daerah terus bergerak langsung melakukan evakuasi dan penanganan warga terdampak," ujarnya. Ia juga menegaskan, pemerintah terus memastikan penanganan bencana itu berjalan cepat. "Pemerintah akan terus memastikan seluruh penanganan berjalan cepat, terpadu, dan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan sesegera mungkin," tandasnya.

Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Presiden Prabowo Subianto menyebut telah mengirimkan 50 ribu paket bantuan presiden berupa sembako ke NTT. "Bantuan Presiden berupa 50.000 paket sembako telah dikirimkan menuju Maumere, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi," ujar Prabowo melalui Instagram @presidenrepublikindonesia, Minggu (16/8).

Selain itu, Prabowo mengatakan telah menugaskan sejumlah menteri dan kepala badan untuk membantu penanganan. "Presiden juga telah menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Basarnas, serta tim dari Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan penanganan berjalan dengan baik," ujar Prabowo.

Dasco: Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR Berangkat ke NTT

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut Satgas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI berangkat ke NTT. Momen keberangkatan tim itu dibagikan Dasco lewat Instagramnya @sufmi_dasco. Tampak, dari foto yang dibagikan, sejumlah anggota DPR bersama dua Wakil Ketua DPR lainnya, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa, kompak memakai baju berkelir putih dan rompi tim Galapana. "Tim Galapana (Satgas Penanggulangan Pasca Bencana) DPR go to NTT," ucap Dasco dalam keterangan foto tersebut.

Menteri PU Segera Tangani Akses dan Kebutuhan Dasar

Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo memastikan akses dan kebutuhan dasar pascagempa di NTT segera ditangani. Dirinya menyampaikan perkembangan penanganan yang dilakukan Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT. Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang terdampak telah diperiksa, sementara penanganan pada titik-titik yang masih mengalami gangguan terus dikoordinasikan agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.

"Kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani," kata Dody dalam keterangannya seperti dilansir Antara, Minggu (16/8).

Dody telah menginstruksikan jajaran UPT di lapangan untuk melakukan penanganan pada ruas-ruas jalan yang terdampak. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan akses yang dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi bantuan dan pelayanan kedaruratan. "Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain," katanya.

Dody menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Karena itu, Kementerian PU terus melakukan koordinasi untuk memastikan dukungan infrastruktur dasar diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kementerian PU melalui UPT di NTT akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur terdampak serta mempercepat penanganan pada titik yang mengganggu konektivitas.

Bangun 2 Rumah Sakit Lapangan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun dua rumah sakit lapangan untuk mempercepat penanganan korban gempa NTT. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dua rumah sakit lapangan tersebut akan ditempatkan di Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Reo.

"Tadi bersama Menko PMK kami sudah meninjau titik untuk menempatkan Rumah Sakit Lapangan lengkap. Ada dua unit, satu nanti ditempatkan di Manggarai ya, kemudian satu lagi nanti di (kecamatan) Reo. Insyaallah besok sudah akan bergerak," kata Suharyanto, Minggu (16/8) malam.

Suharyanto mengatakan, pembangunan rumah sakit lapangan menjadi salah satu langkah BNPB untuk memperkuat penanganan medis di wilayah yang terdampak gempa. Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8) malam, gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 telah memicu 995 kali gempa susulan. Gempa signifikan terakhir tercatat berkekuatan 6,2 magnitudo. Dampak gempa tercatat di enam kabupaten di Pulau Flores, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Nagekeo. Suharyanto mengatakan pemerintah juga akan segera menembus Pulau Palu, Kabupaten Sikka, setelah Bupati Sikka melaporkan adanya tambahan korban di wilayah tersebut.

32 dari 52 SPBU Telah Beroperasi

Pertamina Patra Niaga terus memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap dijaga dan dipulihkan secara bertahap pascagempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan berdasarkan update kondisi operasional per 15 Agustus 2026, dari total 52 SPBU di wilayah Flores, sebanyak 32 SPBU telah beroperasi dan 20 SPBU masih belum beroperasi karena terdampak bencana. Kondisi operasional SPBU bersifat dinamis dan terus dipantau sesuai perkembangan di lapangan.

"Sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa. Sementara pada beberapa SPBU lainnya, sarana dan fasilitas dalam kondisi aman, namun operasional belum dapat berjalan karena operator masih mempertimbangkan faktor keselamatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan," jelas Kitty.

Pertamina Patra Niaga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk menjaga kelancaran distribusi. Penyaluran BBM menggunakan mobil tangki dengan pengamanan ekstra, khususnya pada jalur yang terdampak longsor. Sebanyak 20 SPBU yang saat ini belum beroperasi akan segera dipulihkan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. "Pasokan BBM dan LPG tetap kami jaga dan pemulihan operasional SPBU dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Kami juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan energi melalui SPBU yang masih beroperasi," ujar Kitty. Untuk wilayah Manggarai, terdapat dua SPBU yang mengalami kerusakan sarana di area pengisian sehingga belum dapat beroperasi.

Menteri Disebar di Daerah Bencana, Tak Upacara di Istana

Menko PMK Pratikno mengatakan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tidak akan mengikuti upacara HUT RI di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/8). Mereka akan dibagi ke sejumlah daerah untuk mengikuti upacara sekaligus mengawal penanganan gempa NTT. Hal itu disampaikan Pratikno usai rapat koordinasi penanganan gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8). Rapat tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen. Pol. Dr. Rudi Darmoko, serta pejabat-pejabat terkait.

"Perlu kami sampaikan juga kita akan membagi tugas ke lapangan dan kemudian kita besok akan upacara tidak di Jakarta tapi kita akan ikut upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan di daerah, berbagai daerah ini. Jadi kita bagi tugas ke daerah untuk mengawal sesuai dengan tupoksi kita mengawal isu-isu krusial di daerah tersebut. Tapi kami akan terus berkoordinasi walaupun kita di tempat yang berbeda ya," kata Pratikno.

Pratikno mengatakan pembagian tugas tersebut dilakukan agar pemerintah pusat dapat langsung mengawal persoalan-persoalan krusial di daerah terdampak bencana. "Hadir ke sini atas perintah Bapak Presiden untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses tanggap darurat dan juga nanti rehab-rekon," ujarnya. Menurut Pratikno, pemerintah pusat mengerahkan tim secara penuh untuk memastikan penanganan bencana berjalan terkoordinasi. Pemerintah juga menyiapkan posko nasional serta posko di sejumlah daerah untuk mengawal distribusi bantuan dan program tanggap darurat. Dalam tahap tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan penyelamatan warga serta pemulihan infrastruktur yang rusak, seperti jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, hingga jaringan internet.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags