Bareskrim Polri membongkar praktik penyelundupan emas ilegal yang melibatkan dua warga negara India. Dalam sebulan, para pelaku mampu mengirimkan hampir satu ton emas ke luar negeri.
Kedua tersangka ditangkap di kawasan Jakarta Utara. Mereka tercatat masuk ke Indonesia sejak dua bulan lalu.
"Kami berhasil mengamankan dua orang warga negara India kebetulan sesuai dengan paspor yang ada. Kami lakukan penyitaan," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Moh Irhamni kepada wartawan, Minggu (16/8).
Dari penggeledahan di dua lokasi, polisi menemukan dua batang emas seberat masing-masing 1 kilogram. Selain itu, petugas menyita alat pengolahan emas ilegal yang akan digunakan sebelum emas diselundupkan ke Dubai.
"Kita temukan 2 kilogram setengah emas, dua batang ini 1 kilo, 1 kilo kemudian yang dalam bentuk cincin kurang lebih setengah kilo tersimpan di dalam brankas ini," tuturnya.
Polisi juga menyita residu hasil pengolahan emas sebanyak 18 keping dengan berat masing-masing 1 kilogram. Menurut Irhamni, residu tersebut hanyalah sisa dari pengolahan yang jumlahnya jauh lebih besar.
"Ada 18 keping kurang lebih 18 kilo, berarti emas murninya yang sudah diselundupkan kan mungkin berapa puluh kali lipat mungkin sepuluh kali lipat yang ada ini hanya residunya," tuturnya.
Produksi 30 Kg per Hari
Bareskrim mengungkap kapasitas produksi kedua pelaku yang mencapai 30 kilogram emas per hari. Dengan demikian, dalam sebulan mereka bisa mengirimkan hampir satu ton emas ilegal ke luar negeri.
"Kurang lebih satu hari sesuai informasi yang kami terima sehingga kami bisa melakukan penegakan hukum itu kurang lebih 30 kilogram per hari. Bisa dibayangkan 30 kilogram itu kali 30 hari kurang lebih 1 ton," kata Irhamni.
Kedua WN India tersebut telah berada di Indonesia selama dua bulan dengan visa kerja perdagangan. Emas yang diselundupkan berasal dari pertambangan ilegal.
"Jadi kegiatan penambangan ilegal itu dari mulai hulu sampai hilir patut diduga penjualannya atau trading-nya tidak dilaksanakan atau dilakukan di dalam negeri, akan tetapi banyak yang diselundupkan terutama oleh para penyelundup itu ke Dubai," ujarnya.
Polisi masih memburu kelompok lain yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan ini. "Memang masih banyak yang berkeliaran di wilayah seputaran sini, di daerah Sunter, akan tetapi yang kita amankan berhasil dua orang," tutup Irhamni.
Artikel Terkait
BNN Bekuk Bandar Narkoba Bos Gendut, Anggota DPR Minta Terus Kejar Bandar Besar
Bareskrim Ungkap Penyelundupan Emas Ilegal Jaringan Internasional, Raup Hampir Rp3 Triliun
Bareskrim Ungkap Jaringan Tambang Emas Ilegal, Diduga Selundupkan Hasil ke Dubai
Bareskrim Tangkap Dua WNA India Penyelundup Emas Ilegal ke Dubai