China menggunakan jembatan apung portabel untuk mengevakuasi ribuan warga yang terjebak banjir di Guangxi. Peralatan ini, yang disebut sebagai 'Bahtera Nuh', mampu mengangkut hingga 500 penumpang dalam sekali perjalanan.
Badan penanggulangan darurat China, Anneng Construction Group, mengerahkan jembatan ponton bertenaga mesin yang dapat dilipat dan dihubungkan menjadi bagian lebih panjang. Pada Rabu lalu, alat itu berhasil mengevakuasi 6.000 orang di Guigang, Guangxi.
Kedutaan Besar China di berbagai negara turut menyebarkan rekaman penyelamatan di media sosial untuk menunjukkan kegunaan peralatan tersebut. Selain jembatan apung, tim tanggap darurat juga menggunakan drone pengangkut berat untuk menyelamatkan korban dan mengirimkan pasokan makanan, melengkapi operasi helikopter pencarian dan penyelamatan.
Artikel Terkait
Topan Bavi Mendekat, Jepang dan China Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem
Merek Teh Asal China Didenda Rp23 Miliar karena Logo Mirip Louis Vuitton
Topan Maysak Terjang China Selatan, 48.000 Warga Dievakuasi
Jepang Usir Dua Kapal China dari Perairan Sengkarut Senkaku