Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Malang Raya menyatakan dukungan penuh terhadap Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut tiga kasus dugaan korupsi. Mereka menilai praktik korupsi merugikan masyarakat luas.
Koordinator BEM se-Malang Raya, Moh Fauzi, mengatakan pihaknya mengutuk keras korupsi yang memiskinkan hajat hidup orang banyak. Mahasiswa juga mendukung proses hukum yang objektif dan bersih dari intervensi. "Kami menyoroti tajam keterlibatan militer dalam proses penyelidikan kasus mega korupsi batu bara ini," ujar Fauzi.
Dalam pernyataan sikap resmi, BEM se-Malang Raya menyampaikan sejumlah poin krusial terkait penanganan korupsi oleh Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya. Fauzi memastikan gerakan mahasiswa tetap independen dan mengutuk keras kejahatan korupsi batu bara.
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Tongat juga mendukung langkah Kortas Tipikor. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang menghalangi proses penyidikan. "Sepanjang dugaan terjadinya tipikor tersebut telah dikuatkan dengan bukti yang cukup, maka tidak ada alasan bagi penyidik untuk tidak melanjutkan proses pengungkapan kasus tipikor tersebut. Siapa pun yang menghalangi proses pemeriksaan tipikor dapat dilaporkan kepada aparat yang berwenang atau berwajib," katanya.
Penggeledahan di Sejumlah Lokasi
Polda Metro Jaya sebelumnya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi pada Rabu (8/7) terkait tiga dugaan korupsi, yakni di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Polisi menggeledah sebuah money changer dan kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta sebuah rumah di Bogor, Jawa Barat.
Dalam penggeledahan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, mulai dari emas batangan hingga valas senilai miliaran rupiah. Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyebut pengusutan kasus-kasus ini ditangani bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Kasus-kasus tersebut terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout, kasus ASABRI, dan kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel. Terbaru, polisi menggeledah ruko di Cipete dan memboyong sejumlah barang bukti, termasuk koper besar, tas jinjing kuning, dan monitor komputer.
Atensi Presiden
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete.
Budi mengatakan penggeledahan ini bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera, kasus ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. "Dari Kortastipidkor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.
Artikel Terkait
Anggota Komisi I DPR Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Polri Geledah Ruko di Cipete Terkait Korupsi Batu Bara, Temukan Dokumen dan Komputer
Komisi III DPR Kompak Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara yang Picu Blackout
Karangan Bunga Dukungan Berjejer di Depan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Saat Usut Kasus Korupsi