Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet menerima kunjungan Wali Kota Gyeongsan Korea Selatan Cho Hyun-Il beserta delegasi pengusaha dari Gyeongsan Chamber of Commerce and Industry. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi antara pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan.
Pembahasan difokuskan pada peluang investasi dan kemitraan di tiga sektor utama: smart farm, industri kosmetika, dan pembuatan spare part otomotif. Bamsoet optimistis kerja sama ini akan membuka pasar ekspor baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
"Banyak peluang yang bisa segera diwujudkan melalui kemitraan pengusaha Indonesia dengan pengusaha Korea Selatan. Smart farm akan memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan teknologi pertanian modern, industri kosmetika membuka ruang bagi peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sementara sektor spare part otomotif memiliki prospek besar karena pasar kendaraan di Indonesia dan kawasan ASEAN terus berkembang," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Bamsoet memaparkan bahwa tren investasi Korea Selatan di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan positif, terutama di sektor manufaktur, elektronik, dan otomotif. Apalagi dengan berlakunya kesepakatan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), peluang perdagangan dan integrasi rantai pasok industri kedua negara semakin terbuka lebar.
"Indonesia memiliki kekuatan pada sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta bonus demografi. Korea Selatan unggul dalam inovasi, riset, teknologi manufaktur, digitalisasi, dan efisiensi industri. Sinergi kedua keunggulan tersebut akan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan dan memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi persaingan ekonomi global," kata Bamsoet.
Politisi Partai Golkar itu menyoroti keunggulan Kota Gyeongsan di bidang smart farm. Menurutnya, pemanfaatan Internet of Things (IoT), sensor otomatis, hingga kecerdasan buatan dapat diadopsi di Indonesia guna memodernisasi pertanian dan menarik minat generasi muda.
"Kerja sama smart farm harus diarahkan pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas petani Indonesia. Tujuannya agar produktivitas meningkat, kualitas hasil panen semakin baik, penggunaan air dan pupuk lebih efisien, serta regenerasi petani dapat berjalan melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin mudah diterapkan," jelas Bamsoet.
Sektor lain yang tak kalah potensial adalah industri kosmetika. Bamsoet menjelaskan, kemitraan bisa diarahkan pada investasi pabrik bersama, penelitian bahan baku alami Nusantara, serta pengembangan produk kecantikan bersertifikat halal.
Sedangkan di sektor spare part otomotif, sinergi dengan perusahaan Korea Selatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas standar internasional dan teknologi presisi dari komponen buatan dalam negeri agar siap merambah pasar global.
"Pertemuan ini diharapkan mampu mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan melalui kerja sama ekonomi yang lebih produktif. Kita berharap komunikasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor terus ditingkatkan sehingga berbagai peluang investasi dapat segera direalisasikan menjadi proyek nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara," pungkas Bamsoet.
Artikel Terkait
Isyana Sarasvati Umumkan Tur Asia 2026, Mulai dari Korea Selatan
Kekecewaan Publik Meluas, Pelatih Timnas Korea Selatan Ditolak Sejumlah Restoran
Bamsoet Dukung Kerja Sama Pasok Amunisi dari Malaysia untuk Perkuat Industri Pertahanan Nasional
Korea Selatan Buka Perdagangan Won 24 Jam, Langkah Besar Menuju Status Pasar Maju