Pesawat AMA Dibakar KKB di Yahukimo, Evakuasi Terhambat Medan Ekstrem

- Jumat, 03 Juli 2026 | 04:25 WIB
Pesawat AMA Dibakar KKB di Yahukimo, Evakuasi Terhambat Medan Ekstrem

Proses evakuasi dan investigasi pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) registrasi PK-RCY yang diduga dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terkendala kondisi geografis yang sulit. Pesawat tersebut berada di ketinggian 2.292 meter di atas permukaan laut (mdpl), hanya dapat dijangkau melalui penerbangan perintis.

"Proses penanganan di lapangan turut menghadapi kendala kondisi geografis. Belum adanya akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis," kata Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, Jumat (3/7/2026).

Lapangan Terbang Balinggama, tempat pesawat mendarat, berada di daerah pegunungan. Kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan utama untuk menjangkau lokasi. "Bandara yang berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut menjadi hambatan petugas untuk tiba di lokasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca," tuturnya.

Insiden ini terungkap dari rekaman video udara yang diambil oleh pilot maskapai lain yang melintas di atas lokasi. Yusuf mengatakan, tim akan diberangkatkan ke lokasi kejadian hari ini. "Sejak menerima informasi dan video yang beredar, kami langsung melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai. Namun hingga saat ini kami belum dapat memastikan informasi mengenai korban karena tim masih menunggu pengecekan langsung di lokasi," ujarnya.

Berdasarkan koordinasi sementara, pesawat PK-RCY melayani rute Wamena-Balingga-Wamena menggunakan pesawat jenis Pilatus. Manifes dari maskapai mencatat pilot bernama Nicholas F Goselin, warga negara Amerika Serikat, dan tujuh orang penumpang. "Hasil konfirmasi sementara membenarkan bahwa insiden kebakaran pesawat memang terjadi. Namun hingga saat ini, informasi mengenai kondisi pilot maupun para penumpang masih menunggu hasil pengecekan langsung di lokasi," jelasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags