Green Policing Polda Riau: Polisi Gandeng Pemuda Jaga Lingkungan

- Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB
Green Policing Polda Riau: Polisi Gandeng Pemuda Jaga Lingkungan

Polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial. Itulah yang coba diwujudkan Polda Riau melalui program Green Policing, yang menggabungkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban dengan pelestarian lingkungan. Program ini digagas oleh Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau, Kombes Eko Budhi Purwono, yang kini menjadi salah satu kandidat Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berdedikasi.

Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan, Green Policing adalah paradigma baru dalam kepolisian kontemporer. "Beliau menunjukkan bahwa polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan sosial. Beliau membangun kesadaran, memberdayakan masyarakat, menjaga lingkungan dan melakukan secara konsisten dengan keteladanan," ujar Irjen Herry.

Kombes Eko mengaku mendapat tugas khusus dari Kapolda untuk fokus pada masalah lingkungan, yang menjadi salah satu isu menonjol di Riau. Program ini didukung oleh inisiatif Jalur (Jelajah Riau untuk Rakyat) yang menyasar wilayah pesisir, laut, dan sungai-sungai di Riau.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah kawasan Sungai Subayang di Kampar Kiri Hulu. Di sana, para pemuda dari 13 desa diberikan pelatihan satpam Green Policing agar tidak lagi bergantung pada alam sebagai mata pencaharian utama. "Kita juga mencoba mengingatkan bagaimana hutan untuk dikurangi permasalahannya, untuk itu kita mencarikan solusi di antaranya kita merekrut pemuda dari 13 desa untuk mendidik menjadi satpam Green Policing," tutur Eko.

Aktivis lingkungan Dody Rasyid Amin mengungkapkan, pelatihan itu memberikan dampak nyata. Kini para pemuda yang ikut pelatihan ada yang bekerja sebagai satpam di perusahaan hingga rumah sakit. "Saya cerita (ke Kombes Eko), ini suaka margasatwa, ada desa di dalamnya, ada manusia di dalamnya. Saya berpikir harus ada solusi bagaimana mengganti pola pekerjaan warga kami di sini agar tidak lagi berbenturan dengan hukum. Maka muncullah ide kita melihat anak-anak produktif masa kerja tapi dia tidak ada wadah, tidak punya pilihan," kata Dody.

Ia menambahkan, masyarakat Subayang mulai merasakan dampak perhatian dari Kombes Eko dan Polda Riau. "Kami masyarakat Subayang yang telah, walaupun belum semua, beberapa sektor telah merasakan dampak perhatian dari pak Eko ini, terutama dari Polda Riau, sehingga kita yakin bahwa orang-orang Subayang tidak akan bicara tidak merdeka lagi, kita sama isi kemerdekaan ini dengan kemakmuran yang berkeadilan," jelas dia.

Selain melibatkan pemuda desa, Kombes Eko juga menggandeng anak sekolah. Ia menggerakkan siswa SMA untuk menjadi Tim 110 Green Policing. Alvino Radzaky J., siswa SMA 1 Pekanbaru, menjelaskan, "Tim 110 Green Policing Polda Riau. 110 menurut Kombes Pol Eko Budhi adalah referensi dari SMA 1 sampai SMA 10 yang merupakan motor penggerak Green Policing dan juga gambaran dari nomor darurat, jika alam membutuhkan bantuan, sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, hubungi 110 maka anak mudalah yang harus turun tangan."

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags