Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penyelenggaraan Sunda Karsa Fest menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat promosi produk kreatif daerah. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UMKM sebagai salah satu penopang utama perekonomian Jawa Barat.
Acara yang digagas Bank Indonesia bersama Dekranasda Provinsi Jawa Barat itu, menurut Dedi, bukan sekadar pameran, melainkan ajang strategis untuk mengukur sejauh mana UMKM berkembang. "Acara ini merupakan bagian dari mengevaluasi perkembangan UMKM, sekaligus juga mempromosikan sehingga nanti semua orang akan merasa memiliki kepercayaan diri yang kuat bahwa UMKM itu merupakan bagian terpenting dalam sistem ekonomi yang terbangun di Jabar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan Dedi usai menghadiri pembukaan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jumat (26/6). Ia pun mengusulkan agar kegiatan serupa tidak hanya terpusat di Bandung, melainkan digelar bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Menurutnya, langkah itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Di luar penguatan UMKM, Dedi menyoroti ancaman punahnya profesi perajin tradisional. Ia mengingatkan bahwa Jawa Barat berpotensi kehilangan pembatik, pemahat, pelukis, hingga perajin anyaman jika tidak segera ada regenerasi. Untuk itu, ia mengusulkan pemberian insentif bagi para maestro agar mau mengajarkan keahliannya kepada generasi muda, baik melalui pendidikan nonformal maupun sekolah.
"Saya sudah minta kumpulkan para pembatik, beri mereka gaji setiap bulan yang cukup untuk mengajarkan membatik. Begitu juga untuk ukiran, lukisan, masakan tradisional, sampai anyaman agar keahliannya tidak putus," ucapnya.
Dedi menambahkan, Jawa Barat memiliki kekuatan besar pada kerajinan anyaman yang selama ini berkembang di wilayah Tasikmalaya dan Garut. Namun, ia mengakui jumlah generasi muda yang menekuni bidang tersebut terus berkurang. Sebagai solusi, ia menggagas pembentukan pusat pembelajaran Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis sebagai wadah pewarisan keterampilan tradisional kepada generasi penerus.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Apresiasi Respons Cepat Polda Jabar Tangani Aduan Masyarakat
Dedi Mulyadi Minta Proses Hukum Taufik Hidayat Berjalan Sesuai Aturan
Dedi Mulyadi Apresiasi Reformasi Polri di Tengah Tingginya Kepuasan Publik
Dedi Mulyadi Larang Netizen Gunakan Foto KTP Taufik Hidayat untuk Pesan Barang