Pemerintah Prabowo Akan Tambah Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan dan Papua

- Senin, 29 Juni 2026 | 15:45 WIB
Pemerintah Prabowo Akan Tambah Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan dan Papua

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menambah jumlah pos lintas batas negara (PLBN) di Kalimantan dan Papua. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa saat ini baru ada 15 PLBN yang dibangun pada era Presiden Joko Widodo, dan masih diperlukan tambahan di sejumlah titik perbatasan.

"Ya ini kan sementara baru 15, kita masih perlu lagi di perbatasan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur ada satu titik yang berbatasan dengan Serawak, kemudian di Kalimantan Utara ya ada masih ada lagi seperti Long Nawang, kemudian Long Midang," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Selain di Kalimantan, pemerintah juga akan menambah PLBN di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Saat ini, pos lintas batas di Papua baru terdapat di Skouw, Yetetkun, dan Sota.

"Kemudian yang di perbatasan Papua Nugini itu kan panjang hampir 800 kilometer, sementara yang baru ada ini kan di Skouw kemudian Yetetkun sama Sota. Yang Pegunungan Bintang belum ada, yang di Keerom belum ada, perlu ada di situ juga," tutur Tito.

Pemerintah juga akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan, terutama yang berbatasan dengan Malaysia dan Papua Nugini. Menurut Tito, pembangunan jalan akan memudahkan patroli keamanan, distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

"Malaysia. Kalau menurut saya Malaysia sama Papua Nugini. Dengan Malaysia di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, sama Kalimantan Timur sedikit itu ada, dan kemudian dengan PNG itu terutama Pegunungan Bintang, di Keerom, Boven Digoel," kata Tito.

"Bagus kalau bisa dibangun jalan karena ini nanti untuk buat patroli, buat logistik, ekonomi itu akan bangkit," lanjut Tito.

Sebagai informasi, selama periode 2015-2024, pemerintah membangun 15 PLBN terpadu. Sebanyak tujuh PLBN dibangun pada periode 2015-2019, sedangkan 8 PLBN lainnya dibangun pada periode 2020-2024. Menjelang akhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo meresmikan tujuh PLBN secara serentak pada 2 Oktober 2024. Ketujuh PLBN tersebut berada di Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Selatan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags