Militer Korea Selatan melaporkan lebih dari sepuluh pesawat militer China dan Rusia terdeteksi memasuki zona pertahanan udaranya pada Sabtu (27/6). Sebagai langkah antisipasi, Seoul langsung mengerahkan sejumlah jet tempur.
Kepala Staf Gabungan militer Korsel mengatakan pesawat-pesawat tersebut sempat memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ) di atas Laut Timur dan Laut Selatan sebelum kemudian keluar lagi. Zona itu bukan wilayah udara berdaulat, melainkan area penyangga yang digunakan negara-negara untuk mengidentifikasi pesawat asing yang mendekat demi tujuan keamanan.
"Militer Korea Selatan mendeteksi pesawat-pesawat China dan Rusia sebelum mereka memasuki zona tersebut dan mengerahkan sejumlah jet tempur Angkatan Udara untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan situasi darurat," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan.
Meski demikian, ditegaskan bahwa pesawat-pesawat itu tidak melanggar wilayah udara Korsel. Pesawat militer pada umumnya diharapkan menyampaikan pemberitahuan kepada negara terkait sebelum memasuki zona pertahanan udara, meskipun hal itu tidak diwajibkan secara hukum.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas China dan Rusia belum memberikan tanggapan atas laporan Korsel tersebut.
Artikel Terkait
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Jalan Tegar Beriman Ditutup Besok
Polres Kepulauan Seribu Gelar Lomba Mancing dan Balap Kapal Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Penutupan Jalan MH Thamrin-Sudirman Diburu Warga untuk Selfie saat Puncak HUT Jakarta
Polres Jakarta Pusat Gelar Night Run Rayakan Hari Bhayangkara ke-80