Prabowo: Kemajuan Bangsa Tergantung pada Kemampuan Elit untuk Bekerja Sama

- Jumat, 26 Juni 2026 | 20:01 WIB
Prabowo: Kemajuan Bangsa Tergantung pada Kemampuan Elit untuk Bekerja Sama

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemampuan elite suatu bangsa untuk bekerja sama menjadi faktor kunci yang menentukan kemajuan sebuah negara. Sebaliknya, negara yang elitenya terus-menerus terbelah oleh konflik justru berisiko kehilangan momentum untuk berkembang, bahkan bisa terjerumus ke dalam peperangan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Di hadapan para peserta, ia mengaitkan pengamatannya dengan pelajaran dari perjalanan panjang peradaban manusia.

"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerja sama, bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitnya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Ini sejarah mengajarkan," ujar Prabowo.

Kepala Negara kemudian menyoroti sejumlah konflik yang masih berkecamuk di berbagai belahan dunia. Ia menyebut perang di Ukraina sebagai salah satu contoh nyata bagaimana perpecahan dapat berujung pada kehancuran yang berkepanjangan.

"Sampai hari ini, marilah kita lihat, lihat di berita apa yang terjadi di Ukraina, di Eropa. Kalau kita lihat ras-nya sama, sukunya sama, agamanya juga banyak yang sama, perangnya itu sampai puluhan ribu korban mati tiap bulan. Dan perang di Ukraina sudah lebih lama dari Perang Dunia Kedua," katanya.

Selain Ukraina, Prabowo juga menyoroti situasi di Gaza, Palestina, Lebanon, Iran, Yaman, hingga Myanmar. Ia menggambarkan tingkat kehancuran di Gaza sebagai sesuatu yang sangat parah, bahkan disebutnya setara dengan dampak bom atom di Hiroshima atau Nagasaki.

"Kita lihat apa yang terjadi di Gaza, di Palestina, di Lebanon. 90% dari Gaza rata. Mungkin sama akibatnya dengan Hiroshima atau Nagasaki. Lebanon sekarang seperti itu, Iran, seluruh negara teluk, Yaman. Kita tinggal lihat tiap hari," ujarnya.

Ia juga menyinggung konflik di Afghanistan, Baluchistan, serta ketegangan antara Thailand dan Kamboja. "Perang di Afghanistan, perang di Baluchistan, perang di Myanmar semakin ... Perang antara orang Thai dan Kamboja," lanjutnya.

Di tengah gambaran kelam konflik global itu, Prabowo mengingatkan bahwa semua itu menjadi cermin bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, akar dari banyak persoalan yang memicu perpecahan dan kekerasan adalah ketidakmampuan elite untuk duduk bersama dan membangun kerja sama.

"Saudara-saudara, di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elit yang tidak bisa kerja sama. Jadi saudara-saudara, bernegara saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags