Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bisa menembus jajaran 10 besar bandara terbaik dunia pada 2029. Target ini dicanangkan sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.
Bandara, menurut AHY, memiliki fungsi vital sebagai gerbang utama masuknya wisatawan mancanegara sekaligus pintu terakhir sebelum mereka pulang ke negaranya masing-masing. "Karena bandar udara merupakan pintu masuk bagi para wisatawan mancanegara khususnya, dan juga pintu terakhir sebelum mereka kembali ke negara masing-masing," katanya kepada wartawan, Kamis, 25 Juni 2026.
Saat ini, Bandara Soetta berada di peringkat ke-22 dunia. AHY menilai posisi tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk ditingkatkan, mengingat tren perbaikan peringkat yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. "Indonesia juga memiliki potensi yang besar untuk memajukan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng kebanggaan kita untuk bisa menembus 10 besar bandara terbaik di dunia," ujarnya.
Ia membandingkan dengan bandara-bandara internasional ternama seperti Changi di Singapura atau Narita di Jepang yang kerap berada di papan atas. "Indonesia juga harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa tembus ke sana," sambung AHY.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya akan fokus pada Bandara Soetta. AHY menyatakan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas bandara secara keseluruhan sebagai upaya memperkuat konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, pemerintah tengah mengevaluasi kinerja 36 bandara internasional yang beroperasi di seluruh Indonesia.
"Dari 36 bandara internasional misalnya yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, kita ingin memastikan bahwa semua memiliki performance atau kinerja yang baik," jelasnya.
Evaluasi ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah. "Bersama stakeholder terkait Kami tadi secara serius membahas selama 3 jam tadi, termasuk menghadirkan para kepala daerah, baik hadir secara fisik maupun secara online," ungkap AHY.
Pembahasan dalam rapat tersebut mencakup berbagai persoalan strategis dan teknis yang dihadapi sektor kebandarudaraan. Langkah ini menjadi fondasi awal bagi pemerintah untuk memastikan setiap bandara internasional di Indonesia memiliki kinerja yang prima, dengan Soetta sebagai ujung tombak daya saing global.
Artikel Terkait
KRL Jogja-Solo Beroperasi Penuh dengan Tarif Flat Rp8 Ribu, Melayani 13 Stasiun
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLTU PLN Kembali Normal
Presiden Prabowo Sebut Ada Pihak Bayar Demonstran, Pengamat: Peringatan Keras Pemerintah soal Demo Tak Murni
Kemacetan Pagi di Tol Japek dan Janger Akibat Perbaikan Jalan dan Volume Kendaraan Tinggi