PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) menggandeng Huawei untuk menghadirkan solusi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) terpadu bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama ini menghasilkan produk digital bernama EstaConnect 5G, sebuah ekosistem yang mengintegrasikan jaringan 5G, kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan platform data dalam satu sistem.
Teknologi yang digunakan menggabungkan SD-WAN (Software-Defined Wide Area Network) dengan perangkat 5G CPE (Customer Premises Equipment). Dengan bandwidth besar, latensi rendah, dan kapasitas jaringan tinggi, UMKM diharapkan bisa terhubung ke berbagai sistem, perangkat, dan aplikasi secara lebih optimal.
“Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap konektivitas yang cepat, stabil, dan aman, XLSmart bersama Huawei meluncurkan EstaConnect 5G,” kata Tony Wijaya, Chief Enterprise Product Partnership & Biz Dev XLSmart, di Shanghai, Kamis (25/6). Menurut Tony, solusi ini mendukung operasional bisnis yang semakin bergantung pada koneksi real-time dan pemrosesan data dalam jumlah besar.
Tony menambahkan, produk ini dirancang menjadi tulang punggung konektivitas untuk berbagai kebutuhan industri modern, dari skala kecil-menengah hingga perusahaan besar.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart I Gede Darmayusa menyatakan bahwa saat ini XLSmart telah menyediakan jaringan 5G di 48 kota di Indonesia. Pihaknya ingin konsumen, perusahaan, dan UMKM dapat memanfaatkan teknologi tersebut. “UMKM merupakan salah satu porsi pengguna terbesar yang kami harapkan dapat menggunakannya,” kata Gede.
UMKM menjadi tulang punggung yang menyumbang porsi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun, keterbatasan anggaran sering kali membuat mereka enggan mengadopsi teknologi canggih.
Chief Marketing Officer (CMO) ICT Asia-Pacific Patrick James Chang mengungkapkan, selama dua tahun terakhir Huawei dan XLSmart telah bekerja membangun infrastruktur 5G di seluruh Indonesia. Sebelum meluncurkan solusi ICT terpadu ini, keduanya melakukan riset pasar dengan mengunjungi pasar UMKM lokal. “Kami melakukan riset di berbagai pasar tradisional hingga jaringan ritel, hingga menemukan layanan ICT,” kata Patrick.
Riset tersebut menemukan tiga kendala dan kebutuhan utama UMKM. Pertama, konektivitas berkecepatan tinggi yang stabil. Kedua, CCTV berbasis AI untuk keamanan dan operasional. Ketiga, layanan purnajual pembelian satu pintu (one-stop purchase).
Tony Wijaya mengatakan, EstaConnect 5G ditawarkan dengan harga kompetitif, yakni biaya langganan Rp1 juta per bulan. XLSmart menargetkan adopsi awal sebanyak 5.000 unit pada tahun ini. Penetrasi akan difokuskan pada sektor ritel perdagangan, makanan dan minuman (F&B), restoran, perhotelan, hingga industri modern seperti smart warehouse dan perbankan.
XLSmart merinci sejumlah manfaat EstaConnect 5G bagi pelaku UMKM. Pertama, operasional tanpa interupsi (zero lag) berkat jaringan 5G yang menjamin latensi rendah dan bandwidth besar, sehingga transaksi POS dan pembayaran digital tetap mulus di jam sibuk. Kedua, keamanan berbasis AI melalui integrasi dengan CCTV bertenaga AI untuk memantau toko secara real-time. Ketiga, efisiensi biaya dan waktu karena integrasi perangkat lunak dan keras termasuk POS, CCTV, hingga IdeaHub dalam satu ekosistem purnajual, sehingga pelaku usaha tidak perlu membeli dan merawat perangkat secara terpisah. Keempat, fleksibilitas jaringan melalui solusi FWA (Fixed Wireless Access) 5G yang bisa menjadi solusi utama di daerah yang belum terjangkau serat optik, atau berperan sebagai cadangan (backup) otomatis yang lebih hemat biaya ketimbang memasang dua jalur kabel optik sekaligus.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLTU PLN Kembali Normal
Presiden Prabowo Sebut Ada Pihak Bayar Demonstran, Pengamat: Peringatan Keras Pemerintah soal Demo Tak Murni
Kemacetan Pagi di Tol Japek dan Janger Akibat Perbaikan Jalan dan Volume Kendaraan Tinggi
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Raih Empat Penghargaan Pengelolaan Anggaran 2025