Ratusan warga memilih mengungsi dan bermalam di alun-alun Kota Caracas, Venezuela, setelah gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah tersebut. Kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan membuat banyak warga enggan kembali ke rumah mereka.
Sejumlah lokasi di alun-alun kota berubah menjadi tempat penampungan sementara. Sebagian warga mendirikan tenda, sementara lainnya hanya beralaskan selimut untuk beristirahat di ruang terbuka. Warga mengaku memilih mengungsi karena khawatir bangunan yang telah terdampak gempa tidak lagi aman untuk ditempati. Mereka menunggu situasi kembali kondusif sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Gempa yang mengguncang Venezuela menyebabkan kerusakan luas pada berbagai bangunan, mulai dari gedung perkantoran, apartemen, hingga permukiman warga. Ribuan orang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Pemerintah Venezuela langsung mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Hingga kini, sedikitnya 164 orang dilaporkan meninggal dunia dan 971 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, telah menetapkan status keadaan darurat menyusul dampak gempa yang meluas. Dalam keterangannya, Rodriguez menyebut gempa juga mengganggu sejumlah layanan publik, termasuk pasokan listrik dan jaringan gas rumah tangga di wilayah terdampak.
"Saat ini kami menyatakan status darurat sebagaimana diatur dalam konstitusi," ujar Rodriguez dalam tayangan Top News Metro TV, Kamis 25 Juni 2026.
Artikel Terkait
Serangan Udara Kembali Guncang Kyiv, Wali Kota Konfirmasi Sistem Pertahanan Diaktifkan
Ekuador Vs Jerman: Laga Hidup-Mati di Grup E Piala Dunia 2026
Kuasa Hukum Roy Suryo Kritik Pernyataan Ade Darmawan soal Orang Kuat di Belakang yang Dianggap Berbahaya bagi Kenegaraan
Dua Perempuan Terlibat Adu Fisik di SPBU Kotawaringin Barat Diduga Akibat Berebut Antrean BBM