Arab Saudi Izinkan Garuda Indonesia Isi Kompartemen Kosong Pesawat Haji Pulang

- Kamis, 25 Juni 2026 | 15:15 WIB
Arab Saudi Izinkan Garuda Indonesia Isi Kompartemen Kosong Pesawat Haji Pulang

Otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), telah memberikan izin resmi kepada Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong atau empty leg pada rute pemulangan pesawat carter haji. Keputusan ini menjadi angin segar setelah melalui rangkaian diplomasi intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia, khususnya melalui Kementerian Luar Negeri.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengungkapkan bahwa selama ini pesawat haji berstatus carter selalu pulang dalam kondisi tanpa penumpang. “GACA memberikan izin kepada penerbangan kita, dalam hal ini Garuda Indonesia, untuk mengisi istilah dalam penerbangan itu empty leg. Jadi selama ini pesawat haji kita yang berstatus charter selalu pulang dalam kondisi kosong,” kata dia.

Persoalan pesawat yang pulang tanpa muatan ini sebelumnya menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara memerintahkan lintas kementerian untuk mencari solusi konkret. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kementerian Haji bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan Direktur Utama Garuda Indonesia menggelar pertemuan lanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan agar kebijakan baru itu bisa dieksekusi mulai musim haji tahun ini dan seterusnya.

Untuk memanfaatkan ruang kosong pada penerbangan pulang, koordinasi dengan Kementerian Pariwisata pun dilakukan. Tujuannya, mendorong promosi objek wisata domestik agar dapat dijual secara maksimal kepada masyarakat Timur Tengah, khususnya warga Arab Saudi. “Nah, penumpangnya siapa? penumpangnya inilah yang kemudian kami bicarakan dengan Kementerian Pariwisata supaya kemudian mendorong pariwisata kita, objek wisata kita di Indonesia itu bisa dijual ke masyarakat Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia,” cetus Dahnil.

Langkah taktis ini diambil dengan mempertimbangkan besarnya potensi perputaran dana. Data mencatat, total jamaah haji dan umrah asal Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi setiap tahunnya mencapai 3,2 juta orang, terdiri atas 3 juta orang umrah dan 221.000 orang haji. Kementerian Haji mencatat nilai uang yang beredar dan ikut berangkat ke Arab Saudi dari sektor tersebut berkisar antara Rp120 triliun hingga Rp180 triliun.

Angka inilah yang mendorong Presiden meminta dibentuk tim khusus atau task force. Tim tersebut bertugas meminimalisir cash outflow sekaligus menciptakan cash inflow. “Jadi ini catatan penting dan mudah-mudahan dari komitmen ini, komitmen Presiden ini, bisa membangun ekosistem ekonomi haji di satu sisi, dan juga pariwisata kita di sisi lain, dan memperkuat national flight kita yaitu Garuda Indonesia,” kata Dahnil menegaskan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar