WNA Portugal Diamankan di Bandara Bali karena Bawa 50 Butir Amunisi Tanpa Dokumen

- Rabu, 24 Juni 2026 | 04:00 WIB
WNA Portugal Diamankan di Bandara Bali karena Bawa 50 Butir Amunisi Tanpa Dokumen

Seorang warga negara Portugal berinisial ACRDCFN (47) diamankan petugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah kedapatan membawa 50 butir amunisi tanpa dokumen resmi. Peristiwa itu terjadi di Terminal Keberangkatan Internasional pada Sabtu (20/6) pukul 23.28 Wita, saat petugas Aviation Security (Avsec) tengah melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray di area Security Check Point.

Dari hasil pemindaian, petugas mendapati benda mencurigakan di dalam tas ransel milik perempuan yang akan terbang menuju Abu Dhabi itu. Atas persetujuan pemiliknya, pemeriksaan dilanjutkan secara manual. Di salah satu saku tas, ditemukan bungkusan tisu putih berisi 50 butir amunisi kaliber .22 Long Rifle yang masih tersimpan rapi di dalam kotaknya.

“Saat petugas memeriksa salah satu saku tas, terdapat bungkusan tisu putih yang berisi 50 butir amunisi kaliber .22 Long Rifle yang masih tersimpan di dalam kotaknya,” ujar PS Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, Selasa (23/6).

WNA tersebut tidak membantah bahwa amunisi itu miliknya. Petugas Avsec kemudian mengamankan dia beserta barang bukti 50 butir amunisi, satu kotak amunisi hitam, dan satu tas ransel hitam ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk proses hukum lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa perempuan tersebut mengaku sebagai anggota aktif federasi olahraga menembak di negaranya. Ia menduga amunisi itu tidak sengaja terbawa karena sebelumnya tersimpan di dalam tas yang biasa ia gunakan saat mengikuti latihan menembak di Portugal. Meski demikian, ia tidak dapat menunjukkan izin atau dokumen resmi dari Pemerintah Indonesia terkait kepemilikan, penyimpanan, maupun pengangkutan amunisi di wilayah Indonesia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar