Cozy Lasik: Teknologi Koreksi Mata Terbaru untuk Bebas Kacamata dan Lensa Kontak

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:45 WIB
Cozy Lasik: Teknologi Koreksi Mata Terbaru untuk Bebas Kacamata dan Lensa Kontak

Penglihatan yang jernih menjadi fondasi utama dalam menunjang kualitas hidup, produktivitas, dan kebebasan seseorang dalam beraktivitas. Mata, sebagai salah satu pintu utama penerima informasi, berkontribusi terhadap sekitar 80 persen masuknya informasi sensorik ke dalam tubuh manusia. Gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi, seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan mata silinder (astigmatisme), secara langsung dapat memengaruhi kenyamanan saat bekerja, belajar, berkendara, berolahraga, hingga menjalani rutinitas sehari-hari.

Selama ini, kacamata dan lensa kontak menjadi solusi utama bagi sebagian orang. Namun, kedua alat bantu tersebut tidak selalu praktis, terutama bagi mereka yang memiliki gaya hidup aktif. Kacamata kerap berkabut saat digunakan bersamaan dengan masker atau mengganggu saat berolahraga. Sementara itu, lensa kontak memerlukan perawatan rutin dan pada sebagian pengguna dapat memicu keluhan mata kering.

Di tengah keterbatasan itu, teknologi koreksi refraksi terus berkembang. Salah satu inovasi terbaru adalah kehadiran teknologi Cozy Lasik, yang menggabungkan pemeriksaan komprehensif, laser presisi, serta pendekatan yang berorientasi pada kenyamanan dan keamanan pasien. Lasik, singkatan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis, merupakan prosedur bedah refraktif yang menggunakan laser excimer untuk membentuk kembali kornea. Tujuannya adalah agar cahaya dapat difokuskan secara tepat ke retina, sehingga pasien dapat mengurangi atau bahkan terbebas dari ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak.

Prosedur ini dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan kelainan refraksi tertentu, termasuk miopia, hiperopia, dan astigmatisme, setelah melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi mata aman dan sesuai untuk tindakan. Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr Devina Nur Annisa, menegaskan bahwa Lasik tidak hanya berkaitan dengan ketajaman penglihatan, tetapi juga kenyamanan hidup pasien dalam jangka panjang.

"Bagi banyak orang, kacamata dan lensa kontak memang membantu, tetapi dalam aktivitas tertentu bisa terasa kurang praktis, misalnya saat berolahraga, bepergian, bekerja dalam waktu panjang, atau ketika lensa kontak memicu rasa kering dan tidak nyaman. Lasik hadir sebagai salah satu pilihan koreksi refraksi yang dapat membantu pasien melihat lebih jelas dan beraktivitas lebih bebas. Namun, yang terpenting adalah memastikan pasien memahami manfaat, proses, kriteria, serta potensi efek sampingnya melalui konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu," ujar dr Devina.

Keunggulan utama teknologi Cozy Lasik, menurut dr Devina, terletak pada kemampuannya menghadirkan tindakan koreksi refraksi yang lebih personal, presisi, dan nyaman. Teknologi ini dapat membantu menangani miopia dengan ukuran minus hingga sekitar -14 dioptri dan silinder hingga sekitar 5 dioptri, tergantung pada hasil pemeriksaan kondisi mata, ketebalan kornea, stabilitas ukuran kacamata, serta penilaian dokter spesialis mata.

Sebelum tindakan, pasien wajib menjalani lima tahap pemeriksaan pralasik, meliputi pemeriksaan refraksi, pentacam, biometry, keratograph, dan fundus. Rangkaian pemeriksaan ini membantu dokter menilai tajam penglihatan, bentuk dan ketebalan kornea, ukuran struktur mata, kondisi permukaan mata, hingga kesehatan retina. Dengan data yang detail, dokter dapat menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang tepat sekaligus merencanakan tindakan yang sesuai dengan kondisi mata masing-masing.

Prosedur Lasik modern didukung oleh dua teknologi utama. Pertama, Ziemer Femto LDV Z4, yang digunakan untuk membuat flap kornea dengan teknologi femto laser tanpa pisau mekanik, sehingga prosesnya lebih presisi, cepat, nyaman, dan hemat jaringan. Kedua, Alcon WaveLight Allegretto EX500, yaitu excimer laser berkecepatan tinggi yang dilengkapi sistem pelacakan gerakan mata secara real-time, sehingga laser dapat menyesuaikan secara otomatis terhadap pergerakan mata pasien.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr Ferdiriva Hamzah, menegaskan bahwa keberhasilan Lasik modern dimulai dari pemeriksaan yang tepat dan dukungan teknologi yang mumpuni. "Penggunaan kombinasi teknologi seperti Ziemer Femto LDV Z4 dan Alcon WaveLight Allegretto EX500 membantu menghadirkan prosedur yang presisi, cepat, nyaman, dan konsisten, dengan sistem pelacakan mata yang dapat memantau pergerakan mata secara real-time untuk menjaga akurasi tindakan," ujar dr Ferdiriva.

Secara umum, prosedur Lasik berlangsung relatif singkat, sekitar 10 hingga 20 menit untuk kedua mata. Tahapannya meliputi pemberian obat tetes anestesi, pembuatan flap tipis pada kornea, penggunaan laser excimer untuk membentuk ulang jaringan kornea sesuai kebutuhan koreksi, kemudian reposisi flap tanpa jahitan karena kornea memiliki daya tempel alami. Pemulihan pun relatif cepat. Mayoritas pasien dapat mulai merasakan perbaikan penglihatan dalam waktu singkat dan kembali beraktivitas dalam beberapa hari, meskipun proses pemulihan setiap individu dapat berbeda.

Setelah tindakan, pasien diwajibkan mengikuti instruksi dokter, termasuk menggunakan obat tetes sesuai anjuran, menjaga kebersihan area mata, menghindari riasan mata untuk sementara waktu, serta menunda aktivitas berat atau berenang selama masa pemulihan awal. Meski Lasik dikenal memiliki tingkat efektivitas tinggi, tindakan ini tetap harus diawali dengan konsultasi dokter spesialis mata. Tidak semua orang otomatis dapat menjalani Lasik.

Kandidat ideal umumnya berusia minimal 18 hingga 20 tahun, memiliki ukuran kacamata yang stabil setidaknya dalam satu tahun terakhir, memiliki ketebalan kornea yang cukup, serta tidak memiliki infeksi mata berat, gangguan retina, glaukoma, atau mata kering berat. Selain itu, wanita yang sedang hamil tidak disarankan menjalani prosedur ini karena perubahan hormonal dapat memengaruhi stabilitas ukuran mata.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini