Ghana akan menghadapi Panama pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Kanada, Kamis, 18 Juni 2026. Tim berjuluk The Black Stars itu membawa misi membuka peluang lolos dari grup yang juga dihuni Inggris dan Kroasia.
Pertandingan ini menjadi ujian pertama bagi pelatih baru Ghana, Carlos Queiroz, yang ditunjuk pada April lalu. Ia diamanatkan untuk membawa Ghana kembali bersaing di level tertinggi setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan performa.
“Segala sesuatu mungkin terjadi ketika Anda memiliki amunisi luar biasa di tangan Anda,” ujar Queiroz, Rabu, 17 Juni 2026.
Ghana datang ke turnamen ini dengan upaya membangun kembali performa setelah gagal lolos ke Piala Afrika dan menjalani rangkaian hasil kurang meyakinkan dalam sejumlah laga persiapan. Target mereka adalah menembus fase gugur untuk pertama kalinya sejak edisi 2010.
Namun, persiapan Ghana mendapat hambatan. Gelandang Thomas Partey dipastikan absen karena permohonan visa untuk masuk ke Kanada ditolak. Selain itu, Mohammed Kudus juga tidak dapat tampil akibat cedera. Untuk lini depan, Ghana akan mengandalkan Antoine Semenyo sebagai tumpuan serangan.
Turnamen ini juga menjadi catatan tersendiri bagi Queiroz yang menyamai rekor lima putaran final Piala Dunia secara beruntun sebagai pelatih. Sebelumnya ia tampil bersama Portugal pada 2010 dan Iran pada edisi 2014, 2018, serta 2022.
“Saya siap untuk ini. Saya membawa 40 tahun pengalaman dalam setiap keputusan yang akan diambil,” ujar Queiroz.
Sementara itu, Panama datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan perkembangan di bawah pelatih Thomas Christiansen sejak 2020. Panama akan mengandalkan kreativitas Adalberto Carrasquilla dan ketajaman Ismael Diaz untuk membongkar pertahanan Ghana.
Perjalanan mereka menuju Piala Dunia ditandai peningkatan peringkat FIFA dan keberhasilan menjadi runner-up CONCACAF Nations League. Pada penampilan kedua di putaran final setelah debut pada 2018, Panama memburu kemenangan pertama di ajang tersebut.
“Kami tidak takut pada siapa pun. Tim mana pun yang menghadapi kami, kami ingin bersaing dengan mereka,” kata Diaz.
Artikel Terkait
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Warga Trauma dan Pilih Tidur di Luar Rumah
Pelanggan Sektor Agrikultur PLN Sulselrabar Melonjak 369 dalam Setahun, Dorong Pertanian Modern
Duel Tajam Haaland vs Aymen Hussein Warnai Laga Hidup Mati Irak vs Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Turki Tawarkan Mediasi di Tengah Eskalasi Serangan Rusia-Ukraina