Kelompok Hizbullah di Lebanon secara tegas menolak pernyataan Amerika Serikat yang menyerukan penarikan seluruh pejuang mereka dari wilayah selatan Sungai Litani. Penolakan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, sebagai respons terhadap hasil putaran keempat perundingan Lebanon-Israel yang dimediasi Washington.
Departemen Luar Negeri AS pada Kamis malam mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata yang mensyaratkan penghentian penuh aksi militer Hizbullah serta penarikan pasukan kelompok itu dari zona selatan Sungai Litani. Di sisi lain, Israel pada Kamis pagi menyatakan akan melanjutkan operasi militer di zona penyangga di Lebanon selatan sebagai bagian dari kesepakatan yang sama.
Qassem menilai pernyataan AS tersebut tidak lebih dari upaya untuk menghancurkan Lebanon dan merusak stabilitasnya. Menurutnya, langkah itu justru dirancang untuk memicu perselisihan sipil di antara rakyat Lebanon demi kepentingan Israel.
“Pernyataan itu bertujuan menghancurkan Lebanon, merusak stabilitasnya, dan memicu perselisihan sipil di antara rakyat Lebanon demi kepentingan Israel, sehingga Israel dapat mencapai secara politik apa yang tidak dapat dicapainya melalui perang,” ujar Qassem, Kamis.
Ia menegaskan bahwa menjadikan pelucutan senjata Hizbullah sebagai titik awal setiap kesepakatan akan menghilangkan kekuatan Lebanon. Lebih jauh, Qassem menyebut langkah itu sebagai ancaman eksistensial bagi masyarakat yang mendukung perlawanan.
Menurut Qassem, Hizbullah tidak akan menerima formula apa pun yang, dengan dalih gencatan senjata, justru menuntut mereka mundur dari Lebanon selatan sementara agresi Israel masih berlangsung. Kelompok itu hanya tertarik pada penghentian menyeluruh agresi Israel, pemberlakuan gencatan senjata, serta penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.
“Selama pendudukan masih berlangsung, perlawanan akan terus berlanjut,” tambahnya.
Artikel Terkait
Pesawat Angkut Militer India An-32 Alami Kecelakaan saat Mendarat di Pangkalan Udara Jorhat
Pesawat Angkut Militer India Antonov An-32 Jatuh saat Mendarat di Assam
Ayam Goreng Kleco, Legenda Kuliner Solo Selama 36 Tahun, Kini Buka Cabang Pertama di Jakarta
Polisi Amankan Pasutri di Pelalawan yang Diduga Eksploitasi Tiga Anak Jadi Pengemis Manusia Silver