Kebakaran Permukiman di Dekat Rel, Perjalanan KRL Tanah Abang–Duri Terganggu

- Jumat, 05 Juni 2026 | 05:55 WIB
Kebakaran Permukiman di Dekat Rel, Perjalanan KRL Tanah Abang–Duri Terganggu

Perjalanan kereta rel listrik (KRL) pada rute Tanah Abang–Duri mengalami gangguan signifikan pada Jumat, 5 Juni 2026. Gangguan ini dipicu oleh kebakaran yang melanda permukiman warga yang berada tepat di sekitar jalur rel, sehingga memaksa otoritas untuk menunda operasional demi keselamatan.

PT KAI Commuter Line melalui unggahan resmi di media sosial menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan yang timbul. Pihak operator menjelaskan bahwa insiden kebakaran tersebut terjadi di area permukiman yang berdekatan dengan bantaran rel, sehingga berdampak langsung pada kelancaran perjalanan.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat kelambatan perjalanan Commuter Line di antara Stasiun Tanah Abang–Duri akibat adanya kebakaran di area permukiman warga yang berada di sekitar jalur rel,” tulis keterangan resmi KAI Commuter Line.

Hingga saat ini, proses pemadaman api masih terus berlangsung dan ditangani oleh petugas terkait di lokasi kejadian. KAI Commuter Line menegaskan bahwa operasional KRL di segmen tersebut untuk sementara waktu dihentikan hingga kondisi jalur dinyatakan benar-benar aman untuk dilintasi.

“Saat ini proses pemadaman masih berlangsung dan sedang ditangani oleh petugas terkait. Demi menjaga keselamatan bersama, operasional Commuter Line di lokasi tersebut untuk sementara menunggu hingga kondisi jalur dinyatakan aman dan dapat dilalui kembali,” ujar perwakilan KAI Commuter Line.

Para pengguna KRL diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas yang berada di lapangan. Pihak operator juga berjanji akan terus memperbarui informasi seiring dengan perkembangan situasi di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan. Pembaruan informasi diupdate seiring dengan perkembangan di lokasi,” imbuhnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar