Wamenlu Anis Matta: Perjalanan Luar Negeri Prabowo Bagian dari Strategi Diplomasi di Tengah Krisis Global

- Jumat, 05 Juni 2026 | 05:30 WIB
Wamenlu Anis Matta: Perjalanan Luar Negeri Prabowo Bagian dari Strategi Diplomasi di Tengah Krisis Global

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta angkat bicara mengenai kritik yang menyoroti tingginya frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, dengan menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi diplomasi di tengah perubahan tatanan global. Pernyataan itu disampaikan Anis dalam sebuah program diskusi yang tayang pada Kamis (4/6/2026) malam, merespons pertanyaan mengenai hasil konkret dari rangkaian kunjungan kenegaraan yang dilakukan kepala negara.

Menurut Anis, saat ini setiap negara di dunia tengah berada dalam situasi yang sama, yaitu mode bertahan hidup atau survival. Sistem global, kata dia, terus berubah secara dinamis dan menuntut setiap negara untuk melakukan penyesuaian strategis. Dalam konteks itulah, kehadiran Indonesia di panggung internasional menjadi krusial.

"Terlibat dalam proses transisi global ini, dan sekarang orang melihat semuanya bahwa kehadiran Indonesia dalam proses transisi global ini, itu terasa kehadiran Indonesia di situ," ujar Anis.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo memulai masa kepemimpinannya ketika dunia tengah dilanda berbagai krisis. Oleh karena itu, membangun hubungan erat dengan para pemimpin dunia menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Anis menilai, langkah Presiden untuk tampil dengan profil tinggi atau high profile merupakan keniscayaan dalam situasi seperti ini.

"Dalam situasi ini saya kira, apa yang dipikirkan oleh Presiden, yang pertama adalah strong presence, kehadiran yang kuat, memang harus high profile," tuturnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penjelasan resmi dari jajaran diplomatik atas kebijakan luar negeri yang ditempuh Presiden, yang sebelumnya mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk pengamat hubungan internasional. Anis menegaskan bahwa setiap perjalanan kenegaraan memiliki tujuan strategis yang terukur, bukan sekadar seremoni.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar