Tim SAR gabungan kembali menemukan lima potongan tubuh yang diduga merupakan bagian dari korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Kelima potongan tubuh tersebut segera dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Tim gabungan yang melakukan penyisiran di ring 2 juga kembali menemukan lima potongan serpihan bagian tubuh,” ujar Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, Rabu (3/6/2026).
Temuan ini menambah daftar panjang bagian tubuh korban yang berhasil dikumpulkan dari tempat kejadian perkara (TKP). Sebelumnya, tim gabungan telah mengevakuasi 13 potongan tubuh korban ledakan bom yang mengguncang kawasan tersebut.
Ari menjelaskan bahwa tim gabungan masih terus mencari tiga korban lain yang hingga kini belum ditemukan. Proses pencarian saat ini difokuskan di area ring 2, yang mencakup wilayah pantai dan perairan di sekitar lokasi kejadian.
“Untuk korban yang masih dinyatakan hilang hingga saat ini berjumlah tiga orang. Tim gabungan terdiri atas Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait lainnya,” kata Ari.
Sementara itu, pencarian di area ring 1 atau sumber ledakan belum dapat dilakukan secara maksimal. Area tersebut masih dalam tahap sterilisasi oleh tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda Papua karena dinilai belum sepenuhnya aman.
“Kawasan tersebut masih dinyatakan belum aman karena diduga masih terdapat benda-benda berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas,” bebernya.
Tim Puslabfor Polda Papua telah bergabung untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Dalam waktu dekat, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua juga akan diterjunkan untuk membantu proses identifikasi korban secara lebih mendalam.
Di sisi lain, jumlah korban tewas akibat ledakan bom terus bertambah. Tim SAR sebelumnya menemukan lima warga tewas, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Belakangan, seorang warga bernama Mina Puadi (51) dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Biak, Selasa (1/6). Korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di lokasi ledakan.
Artikel Terkait
Polwan Brimob Gelar Trauma Healing bagi Anak Korban Kebakaran Pasar Jiung
Menteri Pertahanan Peringatkan ASN Komcad Waspadai Pengaruh Pelemahan Birokrasi
Presiden Prabowo Alokasikan Rp300 Miliar untuk Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumatera Barat
21 Tewas dalam Kebakaran Hotel di New Delhi, Puluhan Dievakuasi