Bayi 2 Tahun di Bekasi Tewas dengan 32 Luka Tusuk, Pelaku Paman Kandung yang Terganggu saat Main Game

- Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45 WIB
Bayi 2 Tahun di Bekasi Tewas dengan 32 Luka Tusuk, Pelaku Paman Kandung yang Terganggu saat Main Game

Seorang bayi berusia dua tahun di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban pembunuhan brutal yang dilakukan oleh pamannya sendiri yang masih berusia 18 tahun. Hasil visum mengungkapkan terdapat 32 luka tusukan di sekujur tubuh korban, sebuah angka yang mencerminkan kekerasan luar biasa dalam peristiwa nahas tersebut.

Jasad korban ditemukan pada Rabu (27/5) di sebuah kontrakan tempat tinggal mereka. Jumlah luka tusukan yang mengerikan itu terungkap setelah proses visum dilakukan di Rumah Sakit Polri.

“Hasil visum yang kita terima dari RS Polri, total ada 32 tusukan di tubuh korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, kepada wartawan pada Jumat (29/5/2026).

Korban dan pelaku diketahui tinggal bersama nenek korban di sebuah rumah kontrakan. Pada saat pembunuhan terjadi, posisi G dan korban hanya berdua di dalam rumah. Sementara itu, sang nenek sedang berjualan di luar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban kerap ditinggal oleh neneknya yang mencari nafkah. Dalam kesehariannya, bayi malang itu lebih banyak menghabiskan waktu bersama pelaku.

“Pada saat kejadian berlangsung, memang keseharian pelaku dan korban ini hanya dua orang saja. Jadi pada saat di kontrakan, mereka tinggal bertiga saja, yaitu nenek, pelaku, dan korban. Namun, kesehariannya, sang nenek ini mencari nafkah ketika jam 4 sore hingga malam hari,” ungkapnya.

G mengaku tega menghabisi nyawa keponakannya karena merasa terganggu saat sedang bermain game. Saat itu, korban naik ke punggungnya hingga kekesalan pelaku memuncak.

“Setelah kami tanyakan langsung ke yang bersangkutan, pada saat kejadian, yang bersangkutan sedang bermain game. Kemudian korban, balita korban tersebut, memanjat di punggungnya. Pelaku merasa terganggu sehingga melakukan tindakan penusukan,” kata Kompol Andi.

Pelaku mengambil dua pisau dari dapur untuk menusuk korban. Di sisi lain, G juga mengaku mendengar bisikan-bisikan yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan keji tersebut.

“Jadi, selain pelaku terganggu, pelaku juga mengaku mendapat bisikan-bisikan dan ingin segera bertemu Tuhan, itu berdasarkan pengakuan,” kata dia.

Setelah membunuh keponakannya, G sempat melukai dirinya sendiri. Ia mengalami luka tusuk di dada dan kedua pipinya. Andi mengatakan bahwa G sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan kini telah siuman.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar