Call Center 112 Sidoarjo Terima 1.033 Laporan Darurat dalam Tiga Bulan, Ratusan Panggilan Iseng Masih Mendominasi

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:45 WIB
Call Center 112 Sidoarjo Terima 1.033 Laporan Darurat dalam Tiga Bulan, Ratusan Panggilan Iseng Masih Mendominasi

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mengoptimalkan layanan darurat melalui Call Center 112 sebagai upaya menghadirkan respons cepat bagi masyarakat. Layanan bebas pulsa yang beroperasi selama 24 jam penuh itu dapat diakses warga untuk melaporkan berbagai kondisi kegawatdaruratan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Call Center 112 Sidoarjo mencatat total 9.812 panggilan yang berhasil dijawab petugas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.033 panggilan merupakan laporan gawat darurat, sementara 1.006 panggilan lainnya tergolong laporan non-gawat darurat. Adapun 6.892 panggilan sisanya tercatat sebagai panggilan iseng atau panggilan hantu yang tidak memiliki maksud jelas.

Mayoritas laporan yang masuk dari masyarakat berkaitan dengan berbagai persoalan, antara lain penerangan jalan umum, evakuasi hewan, kerusakan jalan, kondisi darurat medis, kecelakaan lalu lintas, kebakaran, pohon tumbang, serta sejumlah peristiwa lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan bahwa layanan ini tetap siaga penuh selama 24 jam untuk menerima setiap laporan yang disampaikan warga.

“Call Center 112 ini kami siagakan penuh selama 24 jam. Tujuannya agar masyarakat bisa segera mendapatkan akses layanan saat menghadapi kondisi darurat maupun membutuhkan bantuan cepat,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, Jumat (29/5/2026).

Eri menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk langsung diteruskan dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah maupun instansi terkait sesuai kebutuhan penanganan. Langkah ini sejalan dengan arahan dan dukungan Bupati Sidoarjo, Subandi.

Berbagai instansi, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja, hingga perangkat teknis lainnya, bergerak secara terkoordinasi untuk merespons setiap laporan warga.

“Ketika laporan masuk, langsung kami teruskan ke organisasi perangkat daerah atau tim terkait yang menangani,” terangnya.

Keberadaan layanan 112 dinilai memberikan manfaat besar bagi warga Sidoarjo, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran, bencana alam, gangguan keamanan, hingga kebutuhan penanganan cepat lainnya. Hal ini terbukti dari tingginya jumlah masyarakat yang melaporkan kedaruratan melalui saluran tersebut.

Dengan layanan yang siaga penuh selama 24 jam dan dukungan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap masyarakat semakin mudah menjangkau bantuan dan memperoleh respons cepat kapan pun dibutuhkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar